PARIS – Suasana perayaan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah di Wisma Indonesia, Paris, Prancis, pada Rabu (27/5/2026) terasa sangat istimewa. Kehadiran Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam salat Ied berjemaah menghadirkan kehangatan dan kebanggaan luar biasa bagi para diaspora di perantauan.

​Bagi sejumlah warga negara Indonesia (WNI) yang sedang berada di Paris, kesempatan ini menjadi momen langka untuk melepas rindu sekaligus bertemu langsung dengan Kepala Negara. Pengalaman berharga ini salah satunya dirasakan oleh empat mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Brawijaya yang sedang mengikuti agenda akademik di Prancis.

​”Sangat spesial ya. Apalagi pas banget kita lagi di Prancis dan kebetulan bertemu sama Pak Presiden. It’s such an honor,” ujar Zeahita, salah satu mahasiswa Universitas Brawijaya, saat membagikan kesan bahagianya di Paris.

​Rekan Zeahita, Kezia, mengaku tidak pernah menduga bahwa perjalanan mereka ke Prancis untuk mengikuti kompetisi Model United Nations di Lyon justru berujung pada momen berlebaran bersama orang nomor satu di Indonesia tersebut. Kezia merasa sangat bahagia karena bisa berkumpul dengan sesama warga tanah air.

​Sementara itu bagi Sindhu, atmosfer Idul Adha di Wisma Indonesia sukses menjadi obat rindu kampung halaman setelah dua pekan merantau. Nada serupa juga terlontar dari Yuri yang merasa sangat antusias karena bisa bertatap muka langsung dengan jajaran kepresidenan serta para menteri kabinet yang turut mendampingi Presiden Prabowo.

​”Rasanya cukup menyenangkan dan cukup exciting buat kita semua, buat salat di sini sekaligus bertemu dengan jajaran kepresidenan serta beberapa menteri juga,” tutur Yuri.

​Nuansa penuh kedamaian di tengah kota bersejarah Paris ini juga menyentuh hati Myrna Damayanti, seorang pelaku perjalanan bisnis asal Jakarta. Myrna awalnya mengira kabar kedatangan Presiden Prabowo di lokasi tersebut hanya sekadar candaan dari rekan-rekannya.

​”Ini sih alhamdulillah banget, benar-benar nggak disangka-sangka,” ucap Myrna penuh syukur. Ia pun menyelipkan doa agar bangsa Indonesia senantiasa mendapatkan keberkahan dan kekuatan dalam menghadapi tantangan global ke depan.

​Acara keagamaan di tanah rantau ini ditutup dengan syahdu saat seluruh jemaah bersama-sama menyanyikan lagu nasional. Momen kebersamaan ini menegaskan pesan kuat bahwa di mana pun berada, mereka tetap menjadi bagian tak terpisahkan dari keluarga besar bangsa Indonesia.