GOWA – Kericuhan hebat pecah di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkoba Kelas II A Sungguminasa, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, pada Senin (25/5/2026) sekitar pukul 15.00 WITA. Unjuk rasa yang digelar oleh Aliansi Masyarakat Pemerhati Hukum (AMPH) berakhir dengan bentrokan fisik antara massa dan petugas Lapas.
Aksi demonstrasi ini awalnya dipicu oleh tuntutan massa yang mendesak transparansi pihak Lapas terkait dugaan peredaran narkoba di dalam penjara. Pengunjuk rasa awalnya menggelar aksi dengan tertib, bahkan sempat membakar ban bekas di depan pintu utama Lapas.
Namun, situasi memanas ketika massa mulai melakukan pelemparan batu dan vandalisme ke sejumlah gedung. Puncak ketegangan terjadi saat salah satu demonstran nekat menabrakkan sepeda motornya ke pintu utama Lapas.
Tindakan anarkis tersebut memaksa petugas pengamanan Lapas mengambil tindakan tegas demi mencegah potensi kaburnya ratusan narapidana. Bentrokan fisik antara puluhan pengunjuk rasa dan petugas pun tidak terhindarkan di area Lapas Sungguminasa.
”Mereka dimulai melempar batu dan malah menabrakkan sepeda motor ke pintu. Padahal jika pintu ini jebol, maka ratusan narapidana bisa kabur,” ujar Kepala Satuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) Lapas Kelas II A Sungguminasa, Fadil Mubarak, Selasa (26/5/2026).
Aparat kepolisian bergerak cepat merespons situasi tersebut dengan mengamankan delapan orang pengunjuk rasa di lokasi kejadian. Polisi juga menyita sejumlah barang bukti berbahaya seperti senjata tajam jenis badik dan busur panah.
Kapolres Gowa, AKBP Muhammad Aldy Sulaiman, mengungkapkan bahwa aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh AMPH tersebut ternyata tidak mengantongi izin resmi. Pihak kepolisian tidak menerima surat pemberitahuan apa pun terkait aksi massa ini.
”Sampai saat ini kami dari Polres Gowa maupun Polsek Bontomarannu belum menerima surat pemberitahuan atau penyampaian unjuk rasa. Tetapi kami tetap melakukan pengamanan,” kata AKBP Muhammad Aldy Sulaiman di Mapolres Gowa, Selasa (26/5/2026).
Pascabentrok, kondisi di Lapas Narkoba Kelas II A Sungguminasa dilaporkan telah berangsur kondusif. Meskipun beberapa fasilitas seperti kaca jendela pecah akibat pelemparan, aktivitas pelayanan di dalam Lapas tetap berjalan dengan normal.
