JAKARTA — Sejumlah massa mahasiswa yang menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, mulai membubarkan diri pada Jumat malam. Massa sebelumnya tertahan di kawasan Tosari akibat barikade ketat aparat gabungan yang melarang demonstrasi di Bundaran Hotel Indonesia (HI).
Berdasarkan pantauan di lapangan sekitar pukul 19.20 WIB, para mahasiswa dari tiga almamater berbeda mulai bergerak mundur. Mereka berjalan kaki melakukan long march menuju arah selatan atau kawasan Semanggi, sementara sebagian lainnya mengarah ke Stasiun Sudirman untuk pulang.
Sembari melakukan long march, para mahasiswa terdengar kompak menyanyikan lagu ‘Garuda Pancasila’ saat membubarkan diri. Tiga almamater yang terlihat mulai meninggalkan lokasi tersebut berasal dari UIN Jakarta, Politeknik Negeri Jakarta (PNJ), dan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Jakarta.
Meskipun sebagian besar massa sudah bergerak mundur, atmosfer di sekitar Patung Sudirman dan kawasan Dukuh Atas masih cukup padat. Sejumlah mahasiswa tampak masih duduk-duduk di pinggir jalan, dan beberapa kelompok lainnya dilaporkan masih bertahan di dekat Halte Tosari.
Guna mengantisipasi pergerakan massa yang tersisa, aparat kepolisian memasang barrier beton di titik strategis. Langkah ini diambil untuk mengalihkan arus lalu lintas dari arah Bundaran HI menuju ke Jalan Pasar Baru Timur III demi mencegah kemacetan total.
Sebelumnya, aparat gabungan Polri dan TNI melakukan pengadangan ketat karena menilai titik konsentrasi di Bundaran HI dapat mengganggu aktivitas publik. Alhasil, massa aksi terpaksa tertahan dan hanya bisa menyampaikan aspirasinya di sekitar titik Tosari sejak siang hari.
Dalam aksi ini, aliansi mahasiswa membawa lima tuntutan utama untuk mendesak pemerintah. Tuntutan tersebut di antaranya adalah penghentian pemborosan APBN, penurunan harga kebutuhan pokok dan BBM, serta penghentian program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih.
Selain itu, mereka menuntut penghentian militerisme di ranah sipil serta mendesak Presiden Prabowo untuk mengakui kesalahan pemerintah. Aksi serupa juga dilaporkan meluas ke sejumlah kota lain, termasuk demonstrasi di Bandung pada Kamis kemarin dan di Solo pada hari ini.
