Langsung ke konten
Selasa, 27 Oktober 2026
Regional

Menkes Pastikan Biaya Pengobatan Korban Penyiksaan di Bandung Ditanggung Pemerintah

Sumber foto: Kementerian Kesehatan RI

BANDUNG — Pemerintah memastikan akan menanggung seluruh biaya pengobatan YTR (29), wanita yang menjadi korban penyekapan dan penyiksaan keji oleh kekasihnya sendiri di Bandung, Jawa Barat. Korban saat ini tengah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa penanganan medis korban akan dilakukan secara menyeluruh. Selain pengobatan luka fisik, pihak rumah sakit juga dipersiapkan untuk melakukan tindakan rekonstruksi wajah pada korban.

“Kami akan merawat sampai rekonstruksi,” ujar Budi Gunadi Sadikin kepada wartawan di Lemdiklat Polri, Jakarta Selatan, Selasa (22/6).

Menkes menambahkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Kementerian PPPA dan pemerintah daerah untuk memulihkan kondisi psikologis serta ekonomi korban. Menurutnya, sinergi ini penting agar korban mendapatkan penanganan yang tuntas secara sosial dan ekonomi.

“Untuk masalah ekonominya itu ditangani oleh pemerintah daerah, untuk masalah sosialnya itu ditangani oleh Kementerian PPA,” jelas Budi.

Penyiksaan yang menimpa YTR tergolong sangat sadis. Berdasarkan pengakuan korban, ia telah disekap dan disiksa berulang kali selama kurang lebih tiga tahun di sebuah rumah indekos yang berpindah-pindah, dengan lokasi terakhir di Cileunyi, Kabupaten Bandung.

Adik korban, Syahrul Ulum, membeberkan berbagai kekerasan fisik yang dialami kakaknya setelah korban mulai sadar. YTR mengalami luka berat, mulai dari gangguan penglihatan, bibir sumbing hingga sulit bicara, serta kelumpuhan.

“Cerita lewat bapak, dia sering dipukul pakai helm, dibacok, ada bekas sundutan rokok juga,” tutur Syahrul memilukan.

Saat ini, pihak kepolisian masih bergerak cepat memburu pelaku yang diketahui bernama Taufik Hidayat. Berdasarkan informasi sementara, pelaku diduga melarikan diri ke wilayah Garut, Jawa Barat.

Direktur PPA dan PPO Polda Jabar Kombes Rumi Untari mengonfirmasi bahwa pengejaran terhadap kekasih korban tersebut masih terus berjalan. Pihaknya berkomitmen untuk segera menangkap pelaku penganiayaan berat ini.

“Masih proses (pengejaran),” tegas Kombes Rumi Untari dalam pesan singkat, Senin (22/6).