Langsung ke konten
Rabu, 28 Oktober 2026
Kesehatan

Dokter Bakal Digantikan AI di Daerah Terpencil? Ini Jawaban Tegas Menkes Budi Gunadi!

Sumber foto: Kementerian Kesehatan RI

JAKARTA – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin merespons usulan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) terkait pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk menganalisis penyakit. Teknologi ini awalnya diusulkan untuk mengatasi krisis kelangkaan dokter di sejumlah daerah terpencil di Indonesia.

Menurut Menkes Budi, kehadiran fisik seorang dokter dalam memberikan pelayanan kesehatan mutlak dan tidak bisa digantikan sepenuhnya oleh teknologi. Ia menegaskan bahwa interaksi langsung antara tenaga medis dan masyarakat tetap menjadi fondasi utama kesembuhan pasien.

“Karena dokter dan tenaga kesehatan, tenaga medis, kan mesti melihat, mesti menyentuh pasiennya juga,” ujar Budi Gunadi seusai rapat kerja bersama Komisi IX DPR di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (25/6/2026).

Mantan Direktur Utama Bank Mandiri ini menambahkan, pemerintah kemungkinan akan memulai langkah digitalisasi dari program telemedicine terlebih dahulu. Baginya, kehadiran AI atau inovasi digital lain hanyalah instrumen pelengkap yang sifatnya mendukung, bukan mengalihkan fokus pembenahan SDM.

“Jangan sampai itu mengalihkan fokus kita atau perhatian kita untuk memperbanyak jumlah dokter dan mendistribusikan mereka ke daerah-daerah,” tutur Budi menegaskan arah kebijakan kementeriannya.

Sebelumnya, usulan inovatif ini datang dari Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Nihayatul Wafiroh. Politisi tersebut melihat potensi besar AI yang sudah diadopsi secara masif di berbagai sektor lain untuk diterapkan pada sektor kesehatan domestik.

Nihayatul membayangkan teknologi kecerdasan buatan dapat menjadi solusi taktis atau jembatan sementara bagi wilayah-wilayah yang minim fasilitas dan tenaga medis. AI dinilai mampu membantu mendeteksi awal penyakit sebelum pasien ditangani dokter spesialis.

“Bisa nggak ya, Pak, kira-kira di daerah-daerah tertentu kita bisa dibantu AI untuk sebagai paling tidak untuk membantu pasien kita untuk apa menganalisis penyakit dan sebagainya? Karena untuk menjembatani saja, Pak,” pungkas Nihayatul dalam rapat kerja tersebut.