Langsung ke konten
Rabu, 28 Oktober 2026
Nasional

Geger Pengelola Kopdes Merah Putih Mogok Massal, Bos Agrinas Buka Suara Soal Gaji Rp 76 Ribu!

Sumber foto: Retno Ayuningrum/Detikcom

JAKARTA – PT Agrinas Pangan Nusantara akhirnya buka suara terkait polemik sistem pengelolaan dan pembayaran gaji pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang belakangan menjadi sorotan publik. Klarifikasi ini disampaikan setelah muncul keluhan mengenai besaran upah yang diterima para pengelola, hingga memicu penghentian operasional sebagian besar gerai Kopdes Merah Putih di Kabupaten Bojonegoro.

Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, **Joao Angelo De Sousa Mota**, menegaskan perusahaan memahami keresahan yang berkembang di kalangan pengelola. Ia memastikan kesejahteraan seluruh personel KDKMP tetap menjadi prioritas utama perusahaan.

“Menanggapi isu yang berkembang di media sosial terkait proses penggajian personel KDKMP, kami ingin menyampaikan rasa terima kasih atas setiap perhatian, masukan, dan kepedulian yang diberikan. Kesejahteraan para personel adalah prioritas yang tidak pernah kami kompromikan,” tulis Joao melalui akun Instagram pribadinya, Kamis (9/7/2026).

Menurut Joao, Agrinas saat ini tengah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem operasional yang telah berjalan selama sepekan terakhir. Proses verifikasi data juga terus dilakukan untuk memastikan seluruh ketidaksesuaian dapat segera diselesaikan.

Ia menyebut sebagian persoalan telah ditangani, sementara proses penyempurnaan sistem masih terus berlangsung. Perusahaan, kata dia, berkomitmen membangun sistem pengelolaan yang lebih kuat agar operasional seluruh gerai berjalan optimal.

Joao mengungkapkan saat ini terdapat 1.061 gerai KDKMP yang telah beroperasi di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Di saat bersamaan, Agrinas juga terus melanjutkan pembangunan lebih dari 80.000 gerai dan gudang KDKMP di berbagai daerah di Indonesia.

“Kesejahteraan dan hak para personel Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih di 1.061 gerai yang telah beroperasi di Jawa Tengah dan Jawa Timur adalah prioritas kami. Setiap tetes keringat dan dedikasi personel adalah roda penggerak KDKMP,” ujar Joao.

Sebelumnya, polemik ini mencuat setelah sekitar **80 persen dari 85 gerai** Kopdes Merah Putih di Bojonegoro menghentikan operasional secara serentak pada 3 Juli 2026. Para pengelola mengaku kecewa karena gaji yang diterima dinilai jauh dari janji awal.

Kepala Desa Campurejo, Edi Susanto, mengatakan pihaknya menerima laporan bahwa para pengelola semula dijanjikan gaji sekitar Rp1,2 juta hingga Rp1,4 juta per bulan. Namun, menurut laporan yang diterimanya, ada pekerja yang hanya memperoleh Rp76 ribu.

“Kemarin kami mendapat aduan dari pengelola KDKMP di desa kami bahwa mulai hari ini KDKMP Campurejo ditutup,” ujar Edi.

Pengakuan serupa disampaikan salah seorang pengelola KDKMP Campurejo yang meminta identitasnya dirahasiakan. Ia menyebut penutupan gerai dilakukan karena ketidakjelasan sistem pengupahan, ditambah para pekerja belum menerima surat perjanjian kerja sejak awal bertugas.

“Alasan kami menutup gerai karena ketidakjelasan gaji yang kami terima serta sejak awal kami juga tidak menerima surat perjanjian kerja dari pusat,” ungkapnya.