JAKARTA — Ginjal memegang peranan krusial dalam menyaring limbah, mengatur tekanan darah, serta menjaga keseimbangan cairan tubuh. Namun, ketika kerusakan memasuki stadium 5 atau gagal ginjal, organ ini hanya mampu menjalankan fungsinya kurang dari 15 persen.
Kondisi stadium 5 merupakan bentuk penyakit ginjal kronis yang paling parah. Pada tahap ini, penumpukan racun dalam darah dapat memicu berbagai keluhan fisik yang signifikan bagi pengidapnya.
Masyarakat imbau untuk mewaspadai delapan gejala utama ginjal rusak parah. Tanda-tanda tersebut meliputi perubahan frekuensi buang air kecil, kulit gatal akibat penumpukan fosfor, serta pembengkakan pada area ekstremitas seperti kaki dan lengan.
Selain itu, pasien sering mengalami gangguan pencernaan, napas berbau amonia, kram otot, kelelahan akibat anemia, hingga gangguan tidur. “Kesulitan tidur sangat umum terjadi pada pengidap gagal ginjal, bahkan memengaruhi hingga 80 persen pasien yang menjalani cuci darah,” rilis National Institutes of Health (NIH).
Gejala kelelahan parah juga muncul karena ginjal tidak lagi memproduksi sel darah merah secara optimal. Akibatnya, pasokan oksigen ke seluruh jaringan tubuh menurun drastis dan memicu rasa lelah berkepanjangan.
Ketika fungsi ginjal semakin menurun, pasien stadium 5 umumnya direkomendasikan untuk menjalani tindakan medis penunjang. Langkah ini diambil guna menggantikan sebagian fungsi vital organ yang telah rusak.
Pasien penyakit ginjal kronis stadium 5 dianggap sebagai kandidat utama untuk memulai tindakan dialisis. “Umumnya, pasien dengan penyakit ginjal kronis stadium 5 dianggap sebagai kandidat untuk memulai cuci darah (dialisis) atau dipertimbangkan untuk transplantasi ginjal,” rilis National Kidney Foundation dan Kidney Research UK.
Prosedur cuci darah menjadi krusial apabila terjadi penumpukan cairan parah yang memicu edema paru atau peradangan selaput jantung (perikarditis). Selain itu, penurunan berat badan secara drastis juga menjadi indikator penting dimulainya terapi dialisis.
Meski demikian, prosedur dialisis tidak sepenuhnya menyembuhkan gagal ginjal secara total. Tindakan ini berfokus membuang limbah, menjaga keseimbangan mineral darah, serta membantu mengontrol tekanan darah pasien.
Untuk memperlambat penurunan fungsi ginjal yang tersisa, pasien tetap disarankan menerapkan pola hidup sehat. Pengidap dianjurkan berolahraga teratur, menjaga waktu tidur, mengelola stres, serta membatasi asupan garam harian.
