Langsung ke konten
Senin, 26 Oktober 2026
Kesehatan

Viral Diet Bebas Jerawat di TikTok, Dokter Kulit Ungkap Fakta Sebenarnya!

Foto ilustrasi (iStock/Arisara_Tongdonnoi)

JAKARTA — Tren mengubah pola makan demi menyembuhkan jerawat tengah merajai platform TikTok. Meski banyak pengguna mengklaim kulit mereka menjadi mulus setelah diet ketat, para dokter spesialis kulit mengingatkan masyarakat agar tidak menggantungkan harapan sepenuhnya pada penyesuaian menu harian.

​Jerawat merupakan kondisi medis kompleks yang dipengaruhi oleh berbagai faktor. Riwayat genetik keluarga hingga gangguan hormonal seperti PCOS menjadi pemicu utama yang tidak bisa diselesaikan hanya dengan mengatur pola makan.

​Dokter Spesialis Kulit asal London, Anjali Mahto, menegaskan bahwa perubahan diet saja tidak akan menghapus jerawat secara instan. “Pada sebagian besar orang, jika kamu tiba-tiba mengubah pola makan, kemungkinan besar kamu tidak akan melihat jerawat menghilang sepenuhnya,” ujar Anjali, seperti dikutip dari Women’s Health Mag.

​Senada dengan Anjali, Dokter Spesialis Kulit asal Los Angeles, Sandra Oska, menjelaskan bahwa penyesuaian menu harian hanya berfungsi sebagai faktor pendukung untuk mengontrol peradangan. Oleh karena itu, konsultasi medis dan penggunaan perawatan yang teruji secara ilmiah tetap memegang peranan kunci.

​Kendati demikian, para ahli membenarkan bahwa beberapa jenis asupan dapat memicu peradangan kulit. Berikut adalah penjelasan mekanisme makanan dan minuman yang perlu dihindari:

  • ​Makanan dan Minuman Tinggi Gula: Konsumsi gula olahan, soda, atau makanan cepat saji dapat melonjakkan kadar insulin dalam darah. Lonjakan ini memicu pelepasan hormon insulin-like growth factor 1 (IGF-1) yang meningkatkan produksi androgen, sehingga kelenjar minyak memproduksi sebum berlebih yang menyumbat pori-pori.
  • ​Produk Olahan Susu: Susu, terutama jenis rendah lemak (skim milk), memicu peningkatan kadar IGF-1 di dalam tubuh. Proses penghilangan lemak pada susu skim meninggalkan konsentrasi karbohidrat atau gula yang lebih tinggi, sehingga berpotensi kuat merangsang munculnya jerawat.
  • ​Minuman Beralkohol: Asupan alkohol merangsang pelepasan sitokin proinflamasi, yaitu protein yang memicu reaksi peradangan di dalam tubuh. Dampaknya, peradangan pada kulit akan semakin parah dan membuat jerawat aktif sulit disembuhkan.

​Sebagai gantinya, masyarakat disarankan mengonsumsi asupan tinggi omega-3 seperti ikan salmon serta makanan kaya serat untuk memelihara keseimbangan mikrobioma usus dan meredakan peradangan kulit.