Langsung ke konten
Senin, 26 Oktober 2026
Kesehatan

Sering Jadi Favorit, Kol Goreng Ternyata Bahaya! Dokter Gizi Ungkap Pengganti yang Tak Kalah Gurih

Foto ilustrasi (iStock/Professor25)

JAKARTA — Kehadiran kol goreng sebagai pendamping nasi hangat dan sambal kerap menjadi favorit masyarakat karena teksturnya yang renyah dan gurih. Namun, proses penggorengan bersuhu tinggi mengikis kandungan vitamin di dalamnya sekaligus menyerap minyak jenuh yang membahayakan kesehatan tubuh.

Masyarakat yang ingin menikmati sensasi makan nikmat tanpa mengorbankan kesehatan kini dianjurkan beralih ke alternatif sayuran yang lebih aman. Dokter spesialis gizi klinik, dr. Igus Ulfa Yaze, Sp.GK, mengungkapkan bahwa tekstur renyah alami sebenarnya bisa didapatkan dari pilihan sayuran segar yang jauh lebih kaya serat dan air.

“Mungkin kalau mau cari crunch-nya ya dari kayak timun. Tapi makan timun tuh bukan cuma dua iris,” ujar dr. Yaze saat dihubungi pada Jumat (16/10/2026).

Bagi pencinta kol goreng yang menyukai tekstur lunak dengan cita rasa manis alami, mengolah sayuran dengan cara dikukus atau direbus sebentar menjadi opsi terbaik. Metode pengolahan ini dinilai efektif menjaga keutuhan kandungan gizi sekaligus memberikan tekstur yang nyaman di lidah.

“Terus kalau misalnya dia mau agak-agak lunak dikit, itu misalnya bisa ngerebus labu siam. Atau ngerebus wortel yang gitu bisa tuh. Jadi mulai diakal-akalin supaya mulai berpindah bergeser dari gorengnya,” tambah dr. Yaze.

Untuk memberikan sensasi gurih tanpa perlu mencelupkan sayuran ke dalam minyak panas, penambahan bumbu sederhana pada sayuran segar atau kukus dapat menjadi solusi praktis. Langkah ini membuat sajian tetap lezat tanpa merusak nutrisi penting di dalamnya.

“Oh biasanya itu bisa dikasih garam sedikit atau dikasih lada gitu, jadi biar ada sensasi bumbunya. Cuma tetap seratnya harus lebih banyak,” paparnya menegaskan.

Melalui peralihan pilihan menu pendamping yang kaya serat serta pengolahan yang bijak, tubuh dapat memperoleh nutrisi optimal tanpa risiko penumpukan lemak berlebih. Langkah sederhana ini menjadi awal penting dalam menerapkan pola makan yang lebih sehat setiap hari.