JAKARTA — Tren mengonsumsi air perasan lemon setiap hari kian populer karena dipercaya ampuh meningkatkan daya tahan tubuh hingga menjaga hidrasi harian. Namun, para ahli gizi mengingatkan masyarakat untuk memahami manfaat nyata serta risiko kesehatan di balik kebiasaan tersebut.
Manfaat utama dari kebiasaan ini sebenarnya bersumber langsung dari kandungan nutrisi buah lemon, seperti vitamin C dan antioksidan. Nutrisi tersebut berperan penting dalam mendukung sistem kekebalan tubuh, membantu penyerapan zat besi, memicu produksi kolagen untuk kesehatan kulit, hingga menekan risiko penyakit kronis seperti diabetes dan jantung.
Pendiri Camelback Nutrition & Wellness, Kristen Carli, MS, RD, menegaskan bahwa pencampuran lemon dan air tidak menciptakan senyawa ajaib baru. “Mencampurkan kedua bahan ini tidak menghasilkan transformasi ajaib apa pun, tetapi rasanya memang menyegarkan,” ujar Carli. Menurutnya, daya tarik utama minuman ini adalah merangsang orang untuk minum air lebih banyak demi memenuhi kebutuhan cairan tubuh.
Selain menjaga hidrasi, kandungan asam sitrat dalam lemon juga berpotensi mencegah pembentukan batu ginjal serta membantu memperbaiki tekanan darah. Minuman ini kerap menjadi pilihan alternatif yang sehat untuk mengurangi konsumsi minuman manis berkalori tinggi.
Penulis buku The Mind Diet, Maggie Moon, MS, RD, membagikan cara tepat menyajikan minuman ini agar kesegarannya maksimal. Ia menyarankan untuk memarut sedikit kulit lemon ke dalam air guna melepaskan minyak aromatik sebelum menambahkan air perasannya.
Kendati kaya manfaat, konsumsi air lemon secara berlebihan tetap menyimpan risiko kesehatan yang perlu diwaspadai. Tingkat keasaman yang tinggi berpotensi mengikis lapisan email gigi serta memicu gangguan pencernaan seperti heartburn atau asam lambung naik.
Asupan vitamin C yang terlalu berlebihan juga berisiko memicu rasa mual hingga pembentukan batu ginjal pada kondisi tertentu. Selain itu, sebagian orang yang memiliki sensitivitas tinggi berisiko mengalami reaksi alergi terhadap kelompok buah sitrus.
Guna meminimalkan dampak buruk terhadap gigi dan pencernaan, para ahli menyarankan masyarakat untuk membatasi porsi harian dan menggunakan sedotan saat meminumnya. Air lemon bukanlah obat ajaib, melainkan sarana sederhana yang menyegarkan untuk mendukung gaya hidup sehat harian.
