Langsung ke konten
Senin, 26 Oktober 2026
Kesehatan

Ramai Isu Minum Sambil Berdiri Picu Kerusakan Ginjal, Dokter Ungkap Fakta Sebenarnya

Foto ilustrasi (iStock/Yaroslav Olieinikov)

JAKARTA — Unggahan video di media sosial Instagram mendadak viral usai mengklaim bahwa kebiasaan minum air sambil berdiri dapat membahayakan kesehatan ginjal. Narasi tersebut menyebutkan bahwa air yang diminum saat berdiri tidak melewati proses pencernaan yang benar sehingga memicu timbulnya gas dan membebani kerja organ ginjal.

Menanggapi fenomena tersebut, praktisi kesehatan dr. Dion Haryadi secara tegas membantah klaim yang beredar. Ia menjelaskan bahwa anggapan tersebut hanyalah mitos lama yang tidak memiliki dasar ilmiah kuat, sebab sistem pencernaan manusia bekerja secara konsisten tanpa terpengaruh oleh posisi tubuh.

“Bukan berarti minum sambil berdiri bikin airnya melewati saluran pencernaan dan merusak ginjal kita. Nggak sama sekali, sama aja,” ujar dr. Dion melalui unggahan di akun Instagram pribadinya.

Secara fisiologis, air yang dikonsumsi akan tetap tertampung di dalam lambung terlebih dahulu. Selanjutnya, cairan tersebut diserap oleh usus, disebarkan melalui aliran darah ke seluruh sel tubuh, hingga akhirnya disaring oleh ginjal untuk dikeluarkan lewat saluran kemih.

Senada dengan hal tersebut, spesialis penyakit dalam dr. Tunggul Situmorang, SpPD-KGH, menegaskan bahwa kabar buruk mengenai bahaya posisi minum terhadap ginjal adalah informasi bohong. Menurutnya, tidak ada kaitan langsung antara posisi tubuh seseorang saat meneguk air dengan beban kerja organ penyaring darah tersebut.

Penjelasan ini turut diperkuat oleh ahli urologi dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), dr. Ponco Birowo, SpU, PhD. Ia menerangkan bahwa cairan yang masuk ke dalam tubuh memerlukan waktu hingga berjam-jam untuk terserap sempurna sebelum sampai ke ginjal, terlepas dari apakah seseorang minum dalam posisi duduk maupun berdiri.

Secara medis, kebiasaan minum sambil berdiri terbukti tidak mengganggu fungsi ginjal, sehingga masyarakat tidak perlu merasa khawatir berlebihan. Meski demikian, para ahli tetap menganjurkan masyarakat untuk mengutamakan minum sambil duduk demi alasan kenyamanan serta kesopanan, terutama ketika berada di ruang publik.