Langsung ke konten
Sabtu, 7 November 2026
Regional

Karhutla Dahsyat Landa Bangka Selatan, 500 Rumah Warga Hangus Terbakar

Sumber foto: foto ilustrasi (Pexels/Alin Luna)

PANGKALPINANG — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang merambat ke area permukiman melanda Dusun Serdang, Desa Jelutung 2, Kecamatan Simpang Rimba, Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung. Peristiwa yang terjadi pada Sabtu (10/10/2026) sore tersebut berdampak pada sekitar 500 unit rumah warga.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Agus Afandi, menyatakan bahwa api saat ini sudah berhasil dipadamkan. Kendati demikian, petugas gabungan masih menyiagakan personel untuk melakukan proses pendinginan di lokasi kejadian.

“Alhamdulillah, saat ini api sudah berhasil dipadamkan, namun tetap dilakukan proses pendinginan,” ujar Agus di Dusun Serdang, Minggu (11/10/2026).

Berdasarkan hasil pendataan sementara BPBD hingga Minggu pukul 07.00 WIB, jumlah warga yang terdampak diperkirakan mencapai 2.000 jiwa. Sementara itu, luas lahan yang ikut terbakar masih belum dapat dipastikan karena tim masih fokus pada penanganan darurat dan pendataan lanjutan.

“Saat ini tim kebakaran masih melakukan proses pendinginan mengingat material rumah warga yang terdampak hampir sebagian besar dari papan,” imbuh Agus.

Pusdalops BPBD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mencatat, insiden bermula pada Sabtu sekitar pukul 15.10 WIB dari titik api di lahan dekat permukiman penduduk. Pihak berwenang menyatakan bahwa penyebab pasti kebakaran hebat ini masih dalam tahap penyelidikan lebih lanjut.

“Penyebab kebakaran masih belum diketahui, api mulai menyala sekitar pukul 15.10 WIB yang membakar lahan, namun diperoleh informasi penyebab kebakaran hebat ini berawal dari terbakarnya lahan di dekat lingkungan permukiman penduduk,” tulis Pusdalops BPBD Babel dalam laporan resminya.

Laporan tersebut juga mengungkapkan bahwa material bangunan yang mayoritas terbuat dari papan serta tiupan angin kencang membuat kobaran api dengan cepat meluas. Kondisi cuaca yang kering turut memperparah situasi di lapangan.

“Tiupan angin kencang dan lokasi kering membuat api semakin cepat merambat ke pemukiman penduduk, kebanyakan material rumah penduduk dinding papan,” lanjut laporan Pusdalops.

Hingga kini, BPBD bersama unsur tim gabungan terus menggenjot penanganan lanjutan di lokasi bencana. Fokus utama petugas meliputi proses pendinginan sisa bara, pendataan menyeluruh terhadap warga terdampak, serta kalkulasi kerugian materil akibat musibah tersebut.