PARIGI MOUTONG, Sulteng – Pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah (Sulteng) mendapat apresiasi karena berlangsung lancar. Seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan antusias dan dalam kondisi sehat. Meski hasil resmi belum diumumkan, optimisme muncul bahwa seluruh peserta dapat dinyatakan kompeten berdasarkan proses yang telah dijalani.
Menurut Direktur UKW- PWI pusat Aat Surya Safaat kepada media ini, Rabu (4/11/2026), hasil Uji kompetensi tersebut dinilai penting untuk meningkatkan kemampuan dan profesionalisme wartawan, khususnya di Kabupaten Parigi Moutong dan Sulawesi Tengah. Secara nasional, jumlah wartawan yang telah dinyatakan kompeten melalui UKW PWI mencapai lebih dari 20.000 orang. Menjelang akhir tahun, kegiatan serupa juga masih akan dilaksanakan di sejumlah daerah lainnya.
Dia menyebut, dengan tingginya antusiasme peserta diharapkan menjadi bekal untuk meningkatkan kepercayaan diri dan kualitas kerja jurnalistik.
“Melalui UKW, wartawan yang dinyatakan lulus akan memperoleh sertifikat dan kartu kompetensi sesuai jenjang, yakni wartawan muda, madya, maupun utama yang diakui Dewan Pers” jelasnya.
Dengan demikian, wartawan diharapkan mampu menjalankan tugas secara profesional, bertanggung jawab, dan berintegritas, ujarnya.
Meski demikian, masih terdapat sejumlah hal yang perlu diperbaiki, terutama kecepatan dalam menyelesaikan tugas dan kedisiplinan waktu. Dalam pelaksanaan ujian, beberapa peserta membutuhkan waktu lebih dari batas yang ditentukan, yakni sekitar 15 menit.
Selain itu kata Direktur UKW – PWI, masih ditemukan peserta yang terlambat atau keluar ruangan sebelum kembali mengikuti kegiatan. Hal tersebut menjadi catatan agar ke depan wartawan lebih menghargai waktu, mengingat ketepatan waktu merupakan bagian penting dari profesionalisme.
Namun, di atas semua kemampuan dan kedisiplinan tersebut, kesantunan tetap menjadi hal utama yang harus dimiliki seorang wartawan. Pemahaman terhadap Kode Etik Jurnalistik dan peraturan pers harus berjalan seiring dengan sikap dan perilaku yang santun, tambahnya.
Wartawan tidak hanya dituntut bekerja keras dan tepat waktu kata Safaat, tetapi juga mampu menjaga etika dalam menjalankan profesinya. Profesionalisme yang disertai kesantunan diyakini akan melahirkan wartawan berkualitas dan bermartabat. (Sumardin)
