Sidoarjo – Anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo Soekartono (BHS), menyoroti pentingnya pengawasan keselamatan operasional perahu penyeberangan sungai yang menghubungkan Kabupaten Sidoarjo dan Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Hal itu disampaikannya saat melakukan peninjauan langsung ke lokasi penyeberangan di wilayah Balongbendo, Sidoarjo, Rabu (4/6).

Menurut Bambang Haryo, perahu penyeberangan memiliki batas stabilitas tertentu yang harus dijaga. Ia mengingatkan bahwa kelebihan kapasitas maupun posisi penumpang yang tidak seimbang bisa memicu risiko kecelakaan, termasuk perahu terbalik.

“Perahu itu memiliki batas stabilitas. Kalau kelebihan kapasitas atau posisi penumpangnya tidak seimbang, sangat rawan terbalik. Karena itu, perlu ada pengawasan serius dari pemerintah,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya penyediaan alat keselamatan seperti jaket pelampung di atas perahu, bukan di darat. Menurutnya, jaket keselamatan harus bisa langsung dikenakan oleh penumpang jika terjadi keadaan darurat saat menyeberang.

“Alat keselamatan itu harus disediakan di atas perahu, bukan di darat. Jadi pada saat mereka menyeberang, bisa langsung memakai jaket keselamatan,” kata Bambang.

Selain itu, Bambang Haryo menanggapi usulan pemerintah desa dan kecamatan setempat mengenai pembangunan jembatan permanen di lokasi tersebut. Ia menyatakan, rencana pembangunan jembatan harus memperhatikan keberadaan alur sungai yang masih aktif digunakan untuk transportasi air.

“Kalau pembangunan jembatan dilakukan, jangan sampai menghambat alur sungai. Karena transportasi air ini jauh lebih efisien, tidak merusak jalan, dan tidak menyebabkan kemacetan seperti transportasi darat,” jelasnya.

Ia menyebut bahwa Kabupaten Sidoarjo memiliki potensi besar dalam pengembangan transportasi sungai, mengingat daerah tersebut dilalui oleh puluhan aliran sungai utama dan sekunder.

“Sidoarjo ini kabupaten sungai. Ada 48 sungai primer dan sekunder, belum termasuk yang tersier. Jadi transportasi air seharusnya bisa dimaksimalkan oleh masyarakat,” katanya.

Menutup kunjungannya, Bambang Haryo menyatakan akan menyampaikan aspirasi warga terkait pembangunan jembatan kepada Bupati Sidoarjo. Namun ia menekankan bahwa pengembangan infrastruktur harus tetap selaras dengan pelestarian dan optimalisasi transportasi sungai.

“Pembangunan harus memperhatikan keberlanjutan. Aspirasi masyarakat tentu penting, tapi kelancaran dan efisiensi transportasi air juga harus dijaga,” pungkasnya.