JAKARTA – PT Pertamina (Persero) terus bergerak cepat meningkatkan produksi minyak dan gas bumi (migas) nasional. Terbaru, perusahaan pelat merah ini menjajaki penguatan kerja sama strategis dengan raksasa energi asal Amerika Serikat, EOG Resources.
Langkah ini dilakukan sebagai upaya akselerasi kolaborasi yang telah terjalin sebelumnya. Fokus utama pertemuan kali ini adalah membahas peluang pengembangan reservoir non-konvensional di Indonesia yang memiliki potensi besar namun kompleks.
Pertemuan penting tersebut dihadiri oleh Wakil Direktur Utama (Wadirut) Pertamina, Oki Muraza, bersama jajaran pimpinan EOG Resources. Di antaranya President EOG International, Joe Korenek, dan Director Business Development International, Jonathan Chung.
Wadirut Pertamina, Oki Muraza, menegaskan bahwa penguatan kerja sama ini merupakan bagian dari strategi besar perusahaan. Pertamina berkomitmen penuh dalam mendukung pemenuhan target produksi migas nasional secara berkelanjutan.
”Pertamina saat ini fokus pada pengembangan lapangan eksisting sekaligus mendorong pengembangan reservoir non-konvensional,” ujar Oki dalam keterangan tertulisnya, Jumat (8/5/2026).
Oki menambahkan, penguasaan teknologi menjadi kunci utama dalam optimalisasi produksi tersebut. Pihaknya terus memperkuat kapabilitas dan pengetahuan teknis guna menghadapi tantangan di lapangan migas Indonesia.
Kedua pihak mengeksplorasi penggunaan teknologi mutakhir milik EOG Resources. Beberapa di antaranya adalah multi-stage hydraulic fracturing, horizontal drilling, serta optimasi desain fraktur yang terbukti efektif di kancah internasional.
EOG Resources dipilih karena memiliki pengalaman luas dalam pengembangan shale dan tight reservoir. Kapabilitas mereka dinilai sangat relevan untuk mendukung efisiensi operasional dan peningkatan produksi migas di tanah air.
Selain aspek teknis, pertemuan ini juga membahas dukungan kebijakan yang tengah diproses pemerintah Indonesia. Kebijakan baru ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem investasi yang lebih menarik bagi para pemain migas global.
Melalui kolaborasi ini, Pertamina berharap dapat mempercepat realisasi potensi sumber daya migas non-konvensional. Langkah strategis ini diharapkan menjadi pilar baru dalam memperkuat ketahanan energi nasional di masa depan.
