JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melanjutkan pelemahan pada perdagangan Kamis (21/5/2026). Setelah sempat dibuka menguat di zona hijau, indeks utama Bursa Efek Indonesia itu berbalik arah dan turun ke level 6.200-an hanya beberapa menit setelah perdagangan dimulai.

Berdasarkan data RTI, IHSG dibuka di level 6.366. Namun hingga pukul 09.10 WIB, indeks turun 24 poin atau 0,39% ke posisi 6.293.

Pergerakan IHSG pagi ini menunjukkan volatilitas yang cukup tinggi. Sepanjang perdagangan, indeks bergerak pada rentang 6.291 sebagai level terendah hingga 6.378 sebagai level tertinggi.

Nilai transaksi di seluruh pasar tercatat mencapai Rp 1,91 triliun. Aktivitas tersebut melibatkan 3,50 miliar lembar saham yang berpindah tangan sebanyak 219.050 kali transaksi.

Secara rinci, terdapat 259 saham yang menguat, 258 saham melemah, dan 179 saham bergerak stagnan. Komposisi ini mencerminkan kekuatan pasar yang relatif berimbang, meski tekanan jual masih mendominasi pergerakan indeks.

“Per pukul 09.10 WIB, IHSG merosot ke zona merah pada level 6.293 atau melemah 24 poin (0,39%),” demikian dikutip dari data perdagangan RTI pada Kamis pagi.

Tekanan terhadap IHSG juga terlihat dari kinerja dalam jangka waktu yang lebih panjang. Dalam sebulan terakhir, indeks tercatat turun 17,11%.

Dalam periode tiga bulan, pelemahan mencapai 22,73%, sedangkan dalam enam bulan terakhir turun 22,92%. Sepanjang tahun 2026, IHSG telah terkoreksi 27,20%.

Bahkan jika dilihat dalam horizon tiga tahun, IHSG masih mencatat penurunan sebesar 8,41%. Kondisi ini menunjukkan pasar saham domestik masih menghadapi tantangan besar di tengah sentimen global dan domestik yang belum sepenuhnya stabil.

Pelaku pasar kini mencermati berbagai faktor eksternal, termasuk arah suku bunga global, pergerakan nilai tukar rupiah, serta prospek pertumbuhan ekonomi nasional. Selama sentimen belum membaik, IHSG diperkirakan masih bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah.