JAKARTA — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menargetkan tidak ada lagi desa di Indonesia yang mengalami kegelapan akibat belum teraliri listrik pada tahun 2029 hingga 2030 mendatang. Langkah ini menjadi prioritas utama guna memastikan pemerataan energi hingga ke pelosok negeri.
Bahlil mengungkapkan bahwa saat ini masih ada lebih dari 10 ribu titik wilayah di tanah air yang belum tersentuh aliran listrik. Target percepatan pembangunan infrastruktur kelistrikan tersebut merupakan perintah langsung dari Presiden Prabowo Subianto.
Secara rinci, wilayah yang masih gelap tersebut mencakup 5.700 desa dan 4.400 dusun. Dalam rapat kerja bersama Komisi XII DPR RI, Bahlil meminta dukungan legislatif untuk segera menuntaskan persoalan menahun ini demi keadilan sosial.
“Kita akan dorong, kita akan bangun, dan perintah Bapak Presiden tahun 2029-2030, semua listrik di desa-desa atau dusun-dusun yang belum ada, insyaallah doakan mohon dukungan dari Bapak-Ibu anggota Komisi XII untuk bisa kita selesaikan,” kata Bahlil di Gedung DPR, Senin (15/6/2026).
Mantan Menteri Investasi ini menambahkan bahwa akses listrik merupakan hak mendasar bagi setiap warga negara. Melalui program ini, pemerintah ingin menjamin seluruh masyarakat di daerah terisolasi dapat merasakan esensi kemerdekaan yang sesungguhnya melalui ketersediaan energi.
“Agar mereka juga merasakan bagian daripada kemerdekaan Republik Indonesia,” lanjut Bahlil menegaskan komitmennya di hadapan para anggota dewan.
Dalam pemaparannya, Bahlil juga menyoroti ironi di sejumlah wilayah yang sudah memiliki infrastruktur penyimpanan energi (storage) namun belum dialiri arus listrik sama sekali. Kondisi memprihatinkan tersebut mayoritas tersebar di kawasan Indonesia Timur.
“Ada pulau, ada storage, nggak ada listrik. Coba bayangkan itu. Jadi, ada sebagian di Sulawesi, ada sebagian di Maluku, ada sebagian di Papua. Jadi, ini nambah, nanti kita akan dorong, kita akan bangun,” tandas Bahlil.
