Selasa, 23 Oktober 2018 - 16:03 WIB

Penutupan Akses Jalan Sungai Turi Pakuhaji Dapat Apresiasi Warga Setempat

TANGERANG – Warga di sekitar bantaran Sungai Turi Desa Laksana Kecamatan Pakuhaji Kabupaten Tangerang mengapresiasi penutupan akses jalan menuju kawasan Parsial 19 Pakuhaji oleh aparat kepolisian.

Ketua RW 10 Desa Laksana Pakuhaji, Royani (48) mengatakan, penutupan jalan tersebut menguntungkan warga. “Alhamdulillah warga bisa tenang sekarang, tidak ada komplain lagi. Kami sangat berterima kasih,” tutur Royani saat dihubungi wartawan, Selasa (23/10/2018).

Menurutnya, penutupan jalan itu dilakukan dengan bijak dan disepakati warga setempat. “Walaupun ditutup tapi mobil kecil seperti ambulan dan mobil jenasah masih bisa masuk. Nah kalau mobil besar seperti pemadam kebakaran telah disediakan akses jalan tersendiri,” lanjutnya.

Senada disampaikan warga lain. Lici (50), mantan Ketua RW 11 untuk wilayah Kampung Sungai Turi juga menyambut baik upaya penutupan akses jalan Parsial 19.

“Sebagai warga Kampung Sungai Turi saya tidak merasa terganggu, karena kami sudah diberi akses jalan yang bisa dilalui masyarakat,” paparnya.

Lici mengaku, untuk sarana transportasi kebutuhan sehari-hari seperti angkutan air mineral dan kebutuhan sembako pun tidak terganggu.

Lebih dari itu, keamanan anak-anak kecil menjadi lebih terjamin. “Anak-anak sekolah lebih aman, tidak khawatir dengan mobil-mobil besar yang biasanya lalu lalang di jalan tersebut,” imbuhnya.

Sementara itu warga lain, Udin (38) turut memberikan apresiasi positif terhadap penutupan akses Parsial 19 Pakuhaji. Banyak manfaat yang diperoleh warga.

Warga Pakuhaji ini mengakui, dulu sebelum akses jalan ditutup, warga khawatir dengan banyaknya mobil besar yang melintas.

“Disini kan banyak anak-anak kecil yang bermain, ngeri aja kalau ada mobil besar lalu lalang. Tapi sekarang sudah nyaman, sudah aman begitu jalannya di pasang portal,” terang Udin.

Dia berharap portal tersebut ditutup selamanya. “Warga disini sudah sepakat seperti itu, jadi kalau bisa portalnya tidak perlu dibuka-buka lagi,” pungkasnya.

Sebelumnya, ratusan aparat kepolisian dari Polda Metro Jaya, Polres Metro Tangerang kota dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Tangerang, menutup akses jalan menuju Pergudangan Parsial 19, Rabu (18/7/2018) silam.

Polisi beralasan, ada pelanggar hukum dari pihak swasta yang ditengarai mencaplok lahan milik pemerintah, dan membangun jalan tidak sesuai aturan.

Dalam kasus ini, penyidik Polda Metro Jaya menetapkan TS selaku pengelola Parsial 19 sebagai tersangka.

Artikel ini telah dibaca 396 kali

loading...
Baca Lainnya

Operasi Yustisi, Puluhan Masyarakat Tidak Bermasker Disanksi Polsek Balaraja

TANGERANG – Upaya pendisiplinan masyarakat untuk mematuhi Protokol Kesehatan terkait COVID-19 gencar dilakukan jajaran Polsek...

27 September 2020, 20:33 WIB

Cerita Polsek Balaraja Sanksi 33 Pengendara Tidak Kenakan Masker

TANGERANG – Jajaran Polsek Balaraja Polres Kota Tangerang Polda Banten gencar melaksanakan kegiatan pendisiplinan masyarakat...

27 September 2020, 20:28 WIB

Kapolresta Tangerang Pimpin Operasi Yustisi Malam Minggu, Ini Hasilnya

TANGERANG – Kapolresta Tangerang Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi kembali memimpin Operasi Yustisi bersama...

27 September 2020, 20:07 WIB

Datangi Kediaman KH. Uci, Kapolresta Tangerang Pastikan Tidak Ada Penyerangan

TANGERANG – Kapolresta Tangerang Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi mendatangi kediaman KH. Uci Turtusi...

27 September 2020, 19:56 WIB

PKN Minta Polda Aceh Usut Dugaan Korupsi Pembangunan Jembatan Dusun Durin

Gayo Lues-Polda Provinsi Aceh diminta untuk mengusut dugaan korupsi pembangunan jembatan Dusun Durin, Kecamatan Rikit...

26 September 2020, 12:31 WIB

Bhayangkari Daerah Banten dan Cabang Kota Tangerang Beri Bantuan untuk Anggota Nakes

TANGERANG – Pengurus Bhayangkari Daerah Banten dan Pengurus Bhayangkari Cabang Kota Tangerang memberikan bantuan tali...

25 September 2020, 22:35 WIB

loading...