Phone Seks Tersebar, Benarkah Nuril Berbohong?

Jakarta – Baiq Nuril, terpidana 6 bulan penjara dan denda 500juta terkait pelanggaran UU ITE dalam kasus penyebaran informasi percakapan mesum Kepala Sekolah SMU 7 Mataram.

Bekas pegawai honorer bagian Tata Usaha (TU) SMU 7 Mataram itu benar-benar tak menyangka atas putusan tersevut. Dalam Akta Pemberitahuan Putusan Kasasi yang diterima penasihat hukumnya, Nuril dinyatakan terbukti bersalah melakukan tindak pidana tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya informai elektronik atau dokumen elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan”.

Kini,banyak pihak mengaku mendukung Nuril termasuk pengacara kondang, Hotman Paris. Namun siapa sangka, dalam sebaran informasi itu Nuril dituding telah membuat kebohongan baru, analoginya jika Nurul keberatan adanya telepon mesum dari kepala sekolah, lantas kenapa hal itu terjadi berkali-kali.

Banyak reaksi yang muncul di sosial media, ada yang pro dan ada yang kontra, Namun, Tim Pengacara Nuril, Joko Jumadi akan mengupayakan untuk peninjuan kembali.

Joko yakin Nuril masih bisa dibebaskan. Namun tim pengacara juga akan melihat bagaiaman pertimbangan majelis Hakim MA dalam menjatuhkan vonisnya. Hingga Senin sore, pihak pengacara belum memperoleh salinan putusan MA.

“Kita juga akan mengupayakan permohonan penundaan eksekusi kepada pihak kejaksaan, mengingat Ibu Nuril masih memiliki anak yang butuh dampingannya dan dia juga tengah menjadi panitia pemilihan pilkades di desanya.” kata Joko.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *