Bali

Kamis, 11 April 2019 - 07:56 WIB

1 bulan yang lalu

logo

Wahana Wisata Gilimanuk Diprotes, Sekda Jembrana Panik

Jembrana – Nyaris terjadi kericuhan antara warga dan panitia acara ground breaking wahana wisata air teluk Gilimanuk.

Warga tergabung dalam Peguyuban Transportasi Sampan melakukan protes tidak setuju. Pasalnya, investor proyek wisata ini diketahui belum sepenuhnya mengantongi izin. Selain itu, perusahan ini ditenggarai sebagai perusahan siluman lantaran sebelumnya tidak ada sosialisasi dengan warga sekitar.

Warga sempat tersulut emosi, wilayah mereka merasa dikangkangi investor luar karena cemas tempat aktivitas mencari penghasilan menjadi terancam. Apalagi beredar kabar, investor ini akan menutup sebagian areal teluk untuk kepentingan perusahaan. Padahal, dalam gelaran acara tersebut dihadiri pihak pemerintah Kabupaten Jembrana dan muspida.

Sekda Jembrana, I Made Sudiada, ketika dikonfirmasi awak media membenarkan terkait penggunaan perairan dan kawasan Teluk Gilimanuk oleh investor. Namun pihaknya mengatakan baru sebatas MoU, jelasnya Senin kemarin.

Anehnya, terkait penggunaan aset pemerintah dan retribusi pengelolaan perairan dikatakan masih menunggu tim appraisal. Begitu juga kerjasama retribusi, menjadi ganjil ketika baru akan diatur rencana peroses pengelolaan. Sedangkan satu sisi proyek wisata wahana air ini sudah berjalan. Dia menegaskan dalam proyek ini tidak ada unsur KKN, terkesan panik serta pihaknya mengklaim sudah bekerja profesional.

Sementara pihak investor, Yudiansah Yosal, mengakui adanya mis informasi dengan masyarakat terkait kegiatan perusahaannya.
Dia juga mengaku sudah langsung bertemu dengan paguyuban dan pihaknya mengatakan selalu mengutamakan orang-orang yang ada di Teluk Gilimanuk.

’’Padahal dari awal ditekankan, kami tidak akan pernah mengganggu pengusaha ataupun pelaku usaha yang ada di Teluk Gilimanuk,’’ kilahnya.

Terkait izin, pihaknya sangat mengapresiasi Pemkab Jembrana dikatakan sudah menuntun sesuai alur perizinan yang jelas. ’’Kalau mau membangun sekarang kami bisa, tapi kami mengikuti aturan yang ditentukan,’’ pungkasnya.

Perlu diketahui menurut investor, wahana ini akan menjadi wahana wisata air terbesar di dunia. Bahkan akan menggelontorkan dana berkali lipat dari investasi awal sebesar Rp 2 miliar sudah disalurkan. Selain itu, tempat wisata ini dijanjikan akan didaftarkan ke Guinnes World Record.

Artikel ini telah dibaca 302 kali

Baca Lainnya
loading…