Bali

Sabtu, 13 April 2019 - 09:15 WIB

3 bulan yang lalu

logo

Cemburu, Mahasiswi Cantik Dibunuh Pacar

Buleleng – Nasib naas dialami Ni Made Serli Mahardika (20) asal Desa Senganan, Penebel Tabanan. Gadis tercatat sebagai mahasiswi salah satu universitas terkenal di Buleleng ini ditemukan sudah tidak bernyawa di kamar kost.

Diperkirakan korban meninggal empat hari lalu, tubuhnya yang terbujur kaku dengan mata melotot membuat miris hati melihat. Beredar kabar, korban diduga dibunuh sang pacar lantaran terbakar api cemburu. Adanya penemuan mayat korban, sontak membuat geger warga sekitar Jalan Wijayakusuma Kelurahan Banyuasri Singaraja.

Kapolsek Kota Singaraja, Kompol AA Wiranata Kusuma seijin Kapolres Buleleng AKBP Suratno, S.I.K. mengatakan, sang pacar inisial IJ alias Kodok diduga sebagai pelaku sudah diamankan polisi untuk proses hukum lebih lanjut. “Dari hasil olah TKP pada tubuh korban ada cekikan di leher dan mata melotot,” ungakap Agung Wiranata, Kamis (11/4)

Penemuan mayat ini berawal dari kecurigaan Meli Triastuti sebagai teman sekampus korban lantaran temannya tidak ada kabar. Berapa kali dihubungi melalui Whatsaap tidak diangkat namun dijawab orang lain.

Korban pembunuhan

Meli Triastuti penasaran karena dua hari disambangi tempat kost korban menemukan pintu tertutup sedangkan kendaraan korban terparkir di luar. Merasa sebagai teman dekat mahasiswi ini terus mencari tahu keberadaan korban.

Terakhir di hari Kamis sekira pukul 13.00 Wita, kecurigaan mahasiswi ini bersama tiga temannya semakin menjadi lantaran mencium bau menyengat dari dalam kamar korban. Mereka memberanikan untuk mebuka pintu dengan kunci ada diluar.

Kecurigaan mereka benar, dengan perasaan terharu, bercampur sedih dan terkejut melihat temannya dengan mata melotot lidah menjulur sudah terbujur kaku menjadi mayat.

Dari olah tempat kejadian dilakukan polisi, korban pada bagian kepala ditemukan bengkak dan berair, mata melotot keluar, lidah menjulur dan kulit tubuh mengelupas. Mayat korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum Singaraja untuk dilakukan otopsi. Hasil sementara diduga korban meninggal kurang lebih sudah empat hari.

Artikel ini telah dibaca 39 kali

Baca Lainnya
loading…