Simak, Bambang Haryo Kritik Pemerintah Kurangi Anggaran Basarnas

  • Whatsapp

Jakarta – Anggaran Badan SAR Nasional (Basarnas) selama tiga tahun berturut-turut dipotong pemerintah. Padahal anggaran itu, digunakan untuk menyelamatkan nyawa publik dari bahaya ancaman.

Pemotongan anggaran Basarnas dari Rp4 Triliun ke Rp2 Triliun, mendapat perhatian Anggota DPR-RI Bambang Haryo Soekartono.

Muat Lebih

“Anggaran Basarnas sangat dibutuhkan. Apalagi, pada posisi ring of fire kita perlu memperkuat Basarnas. Indonesia juga telah meratifikasi protokol International Maritime Organization sebagai negara yang punya lautan luas. Kami menganggap tidak ada perhatian pemerintah terhadap nyawa publik yang harganya tidak terhingga,” ucap Bambang, dalam rapat yang dipimpin Wakil Ketua DPR RI Utut Adianto, di Gedung Nusantara II DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (3/9)

Legislator F-Gerindra DPR RI ini membandingkan atas rencana pemerintah membangun jembatan pada tahun 2020 yang menghubungkan Pulau Sumatera dengan Bangka dengan anggaran Rp 15 triliun. Jembatan itu, kata Bambang, hanya dilewati 10 kendaran per jam. Jadi cenderung mubazir.

Lebih baik anggaran tersebut dialokasikan untuk memperkuat Basarnas yang tujuannya untuk menyelamatkan nyawa publik.

“Kami prihatin dengan kebijakan Kementerian Keuangan dan Bappenas yang tidak peduli dengan keselamatan nyawa publik tersebut,” tandas politisi dapil Jawa Timur I ini.

Pos terkait

loading...