Minggu, 23 Februari 2020 - 12:22 WIB

Merasa Jadi Tumbal, Beredar Lagi Surat Cinta Benny Tjokro

JAKARTA – Benny Tjokrosaputro alias Benny Tjokro, salah satu tersangka kasus Jiwasraya memberikan sebuah pengakuan yang mengejutkan dari tulisan tangannya terkait kasus gagal bayar pada perusahaan asuransi plat merah ini.

Surat yang ditulis dari dalam tahanan Kejaksaan Agung (Kejagung) ini diungkapkan oleh salah seorang kuasa hukum Benny Tjokro, Bob Hasan.

Dalam surat tanpa tanda tangan dan tanggal itu, Benny Tjokro merasa dikorbankan alias dijadikan tumbal dalam kasus Jiwasraya yang membuatnya dijerat hukum.

“Jangan demi gengsi, Pimpinan BPK RI dan Kejagung mengorbankan pihak lain (Perusahaan publik) spt Hanson untuk dirampas asetnya demi tutup lubang yg dibuat pihak lain di Jiwasraya,” tulis Benny di surat tersebut, Sabtu 22 Februari 2020 malam.

Sayangnya, Benny tak menyebutkan secara pasti siapa pihak lain yang terlibat dalam kasus Jiwasraya.

Namun dalam surat itu, Benny Tjokro juga meminta BPK RI jangan memaksakan audit terlalu cepat, kalau belum selesai memeriksa pembelian saham secara langsung atau tidak langsung oleh Jiwasraya pada periode 2006-2016.

Dia meyakini, pada periode tersebut sudah terjadi transaksi pembelian saham yang kelak merugikan pihak Jiwasraya.

“Tolong BPK RI & Kejagung periksa juga pembelian saham langsung maupun lewat manajer-manajer investasi tahun 2006-2016. Siapa aja yg buat lubang awal Jiwasraya,” katanya.

Selain itu, Bentjok juga mengingatkan BPK dan Kejagung jangan asal merampas aset PT Hanson International Tbk (MYRX).

Dia mengingatkan, Hanson merupakan perusahaan publik. Jangan sampai aset Hanson dirampas guna menutup kesalahan yang dilakukan pihak lain.

Seperti diketahui, Kejagung telah menahan Benny Tjokro sejak 24 Januari 2020 lalu. Selain itu, Kejaksaan juga menahan mantan direksi Jiwasraya yakni Hendrisman Rahim dan Harry Prasetyo, Presiden Komisaris PT Trada Alam Mineral Tbk (TRAM) Heru Hidayat, dan sejumlah orang lainnya.

 

Berikut ini adalah isi pesan dalam secarik kertas yang diberikan Bentjok kepada tim kuasa hukumnya.

“Tolong BPKRI dan Kejagung periksa juga pembelian saham langsung maupun lewat manajer manajer investasi tahun 2006-2016.

Siapa aja yang buat lubang awal Jiwasraya. BPK RI tolong jangan memaksakan audit terlalu cepat kalau belum selesai periksa 2006-2016.

Jangan demi gengsi pimpinan BPK RI & Kejagung mengorbankan pihak lain (perusahaan publik) seperti Hanson untuk dirampas asetnya demi tutup lubang yang dibuat pihak lain di Jiwasraya.”

 

[sjah]

Artikel ini telah dibaca 777 kali

loading...
Baca Lainnya

Mendukung Vaksinasi Demi Indonesia Bebas Covid-19

Oleh: Gina Hujandra (Blogger Jakarta) Pemerintah sudah menganggarkan dana khusus vaksinasi yang menembus angka 74...

21 Januari 2021, 07:14 WIB

Mendukung Moderasi Islam, Menolak Provokasi Khilafah

Oleh: Jody Rinjani (Ketua Forum Pegiat Media Sosial Independen Regional Kabupaten Cirebon) Islam mengajarkan perdamaian...

21 Januari 2021, 06:59 WIB

Komjen Pol Listyo Sigit Terpilih Sebagai Kapolri, Sahabat Polisi Ucapkan Selamat

Jakarta – Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Sahabat Polisi Indonesia mengucapkan selamat atas terpilihnya Komjen Pol...

20 Januari 2021, 21:40 WIB

Melawan Radikalisme dan Membumikan Falsafah Pancasila

Oleh : Raditya Rahman Tahun 2021 kita sambut dengan semangat baru untuk melawan radikalisme. Karena...

20 Januari 2021, 09:22 WIB

Tol Laut Papua Memiliki Banyak Manfaat

Oleh : Timotius Gobay Jalur tol laut Papua, menjadi sorotan publik. Kiprahnya yang memberikan sumbangsih...

20 Januari 2021, 08:11 WIB

Presiden Jokowi Tekankan Kerjasama Kemitraan, Penanaman Modal Asing di Kabupaten Tuban Sebanyak 17 PMA

Tuban, Jatim, deliknews – Presiden RI, Ir. Joko Widodo menyaksikan secara virtual Penandatanganan Kerja Sama...

19 Januari 2021, 12:00 WIB

loading...