Senin, 8 Juni 2020 - 07:34 WIB

Padang Masuki Masa Transisi Menuju New Normal, Ini Pesan Mahyeldi

Padang, – Setelah mengakhiri masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap lll di tengah pandemi Covid-19, Pemerintah Kota Padang mengambil sikap untuk menjalani masa transisi bagi Kota Padang, sebelum memasuki penerapan tatanan normal baru (new normal) dalam beberapa waktu ke depan.

Masa transisi ini diberlakukan selama satu minggu ke depan, yakni dari 8-12 Juni 2020. Transisi bertujuan melihat kesiapan Kota Padang menuju penerapan fase new normal nantinya.

Hal itu disampaikan Wali Kota Padang Mahyeldi kepada wartawan usai mengikuti video conference (vidcon) bergabung dengan bupati/wali kota se-Sumatera Barat bersama Gubernur Sumbar Irwan Prayitno, Minggu (7/6/20) pagi.

Turut hadir dikesempatan itu di Gedung Putih Rumah Dinas Wali Kota Padang, Wakil Wali Kota Hendri Septa, Sekda Amasrul, para asisten dan pimpinan OPD terkait di lingkup Pemko Padang. Kemudian juga diikuti unsur Forkopimda dan stakeholder terkait di Kota Padang.

Diketahui, 16 daerah lainnya di Sumbar sudah disahkan Gubernur mulai 8 Juni 2020 untuk diperbolehkan melakukan fase new normal disamping Kota Bukittingi yang terlebih dahulu melakukannya beberapa waktu lalu. Dari 19 kabupaten/kota se-Sumbar selain Kota Padang juga ada Kabupaten Kepulauan Mentawai yang memasuki masa transisi menuju era tatanan normal baru tersebut sampai 20 Juni 2020.

Dikatakan Wali Kota Mahyeldi, terkait dalam masa transisi menuju new normal ini, pihaknya telah menyiapkan segala sesuatunya, baik melahirkan Peraturan Wali Kota (Perwako) dan menyurati semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk melakukan sosialisasi tatanan normal baru.

Menurut Mahyeldi, sosialisasi tersebut harus dilakukan secara masif kepada stakeholder terkait dan masyarakat selama masa transisi.

Sektor yang wajib diperhatikan dalam menyiapkan Kota Padang menuju new normal di masa transisi, diantaranya mulai dari sektor transportasi, sosial budaya, kesejahteraan rakyat, perdagangan, tenaga kerja perindustrian, pendidikan dan lain sebagainya.

Mahyeldi mengharapkan semua dan segala sesuatunya nanti bisa diukur bagaimana capaiannya selama masa transisi ini. Memastikan apakah Kota Padang betul-betul siap menerapkan new normal atau tidak. Maka itu, kepada OPD terkait harus membuat schedule bagaimana sosialisasi itu harus dipastikan sampai dan ditindaklanjuti ke semua stakeholder di masing-masing OPD yang juga diketahui camat setempat.

Wali Kota Mahyeldi menyampaikan bahwa dalam penanganan Covid-19 di Kota Padang, hanya tinggal klaster Pasar Raya Padang yang tengah dioptimalkan ke depan untuk diputus penyebarannya.

Bagi yang dalam status Orang Tanpa Gejala (OTG) ke depan harus dijangkau secara optimal, dimana saja di Kota Padang harus bisa deteksi dan lakukan swab. “Alhamdulillah dalam hal ini kita juga didukung pihak Labor Universitas Andalas (Unand),” ujar Mahyeldi.

Intinya, dalam menjalani masa transisi menuju penerapan pola tatanan normal baru ini adalah kesiapan masyarakat. Bagaimana semua masyarakat wajib melaksanakan protokol kesehatan Covid-19.

“Baik itu memakai masker atau alat pelindung diri (APD) kemana bepergian, menjaga jarak, cuci tangan pakai sabun/hand sanitizer dan menjaga kesehatan sehingga imun tubuh menjadi kuat. Maka itu selama menjalani masa transisi ini kita juga akan membuat komitmen dengan stakeholder terkait dan seluruh elemen masyarakat di Kota Padang sekaitan pemenuhan standar protokol Covid-19 yang wajib dilakukan. Kita juga sudah membuat Perwako dan juga ditindaklanjuti dengan Peraturan Daerah (Perda) nantinya, sehingga ada sanksi tegas bagi pelanggar,” tegas Mahyeldi.

Wali Kota Mahyeldi mengimbau seluruh warga masyarakat Kota Padang untuk memperhatikan kata kunci Covid-19 agar tidak menyebar bergantung pada kedisiplinan masyarakat.

“Kepada semua masyarakat harus mematuhi protokol Covid-19 dalam kehidupannya.  Meski kita sedang transisi menuju fase tatanan normal baru bukan berarti bisa beraktifitas seperti sedia kala sebelum Covid-19 melanda. Namun ada batasan-batasannya dengan wajib mematuhi aturan dalam protokol Covid-19 itu sendiri. Sebab jika itu tidak kita lakukan yang kita khawatirkan bisa timbul bencana baru. Maka itu mari kita bersama mentaatinya,” tukas Wali Kota Padang Mahyeldi.

Sumber: Humas Kota Padang

Artikel ini telah dibaca 159 kali

loading...
Baca Lainnya

Wabup Barsel Aty Djoedir Rayakan Ultah Ke-64 Tahun

Buntok – Wakil Bupati Kabupaten Barito Selatan, Satya Titik Atyani Djoedir merayakan ulang tahunnya yang...

19 September 2020, 06:16 WIB

3 Pilar Tangerang Gelar Operasi Yustisi di Pasar Sentiong Balaraja

TANGERANG – Tiga pilar Kabupaten Tangerang yakni Polresta Tangerang, Pemkab Tangerang, dan Kodim 0510 Tigaraksa...

18 September 2020, 21:33 WIB

Polsek Cisoka Edukasi Komunitas Pedagang Terkait Protokol Kesehatan

TANGERANG – Jajaran Polsek Cisoka Polresta Tangerang Polda Banten menggelar sosialisasi dan edukasi terkait penerapan...

18 September 2020, 21:19 WIB

Disiplinkan Masyarakat Terapkan Prokes, Polsek Tigaraksa Bagi-bagi Masker

TANGERANG – Jajaran Polsek Tigaraksa Polresta Tangerang Polda Banten membagikan ratusan masker kepada santri Pondok...

18 September 2020, 21:15 WIB

Operasi Prokes, Polsek Kronjo Temukan Puluhan Masyarakat Tak Pakai Masker

TANGERANG – Jajaran Polsek Kronjo Polresta Tangerang menggelar operasi Yustisi Protokol Kesehatan di Pasar Baru...

18 September 2020, 21:00 WIB

Kapolresta Tangerang Cek Pelaksanaan Protokol Kesehatan di PT. Pemi Balaraja

TANGERANG – Kapolresta Tangerang Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi mengecek pelaksanaan protokol kesehatan di...

18 September 2020, 20:55 WIB

loading...