BPK Temukan Dugaan SPj Perjalanan Dinas Fiktif Diskominfo Sumbar

Ilustrasi
Ilustrasi

Padang, – Tidak hanya peningkatan belanja perjalanan dinas pada masa pandemi Covid-19, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) juga menemukan pertanggungjawaban belanja perjalanan dinas tidak sesuai kondisi yang senyatanya sebesar Rp126 juta lebih di beberapa OPD Pemprov Sumbar tahun 2020, termasuk pada Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo).

Dari Rp126 juta itu sebesar Rp12 juta lebih perjalanan dinas dilaksanakan bersamaan dengan presensi kehadiran di kantor. Kemudian sebesar Rp113 juta lebih merupakan kelebihan pembayaran uang saku, hotel, dan transpor pada tiga OPD yaitu Sekretariat DPRD, Dinas Kominfo dan Dinas Pendidikan Cabdin Wilayah VIII.

BPK menemukan, terdapat pelaksana perjalanan dinas yang tidak menginap di hotel dan tidak berangkat berdasarkan jawaban konfirmasi dari pihak hotel ataupun pihak pengelola kapal. Selain itu terdapat pembayaran uang harian yang tidak sesuai dengan jumlah hari surat tugas dan pelaksanaan riil perjalanan dinas.

Kondisi tersebut terjadi karena Kepala Dinas Kominfo dan para pelaksana perjalanan dinas lainnya tidak mempertanggungjawabkan bukti perjalanan dinas sesuai kondisi senyatanya.

Baca juga: Masa Pandemi, BPK Temukan Anomali Belanja Perjalanan Dinas di Diskominfo Sumbar

Jubir Pemprov Sumbar Sebut Sapi Gemuk Sulit Hamil

Ketua DPRD Sumbar Percaya Ahli Peternakan daripada Jubir Pemprov

BPK merekomendasikan Gubernur agar memberikan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku kepada Kepala Dinas Kominfo dan para pelaksana perjalanan dinas lainnya yang tidak mempertanggungjawabkan bukti perjalanan dinas sesuai kondisi senyatanya, dan menyetorkan kelebihan pembayaran atas perjalanan dinas yang tidak sesuai kondisi senyatanya ke Kas Daerah.

Terkait persoalan meningkatknya anggaran perjalanan Dinas Kominfo Pemprov Sumbar dimasa pandemi Covid-19 dan pertanggungjawaban belanja perjalanan dinas tidak sesuai kondisi senyatanya telah dicoba mengonfirmasi Kepala Diskominfo Pemprov Sumbar, Jasman Rizal, namun belum memberikan tanggapan.

“Sebaiknya kita bicara langsung. Melalui komunikasi WA nanti ada yg tidak terinformasikan dan kadang penyampaian tidak pas,” katanya, pada 17 September 2021 lalu.

Atas penjelasan itu, media ini menyampaikan akan menyurati (konfirmasi) Kadis Kominfo secara resmi untuk kepentingan pemberitaan. Namun dikatakan Jasman Rizal hal itu tidak perlu.

“Ndak perlu surat. Langsung aja ke kantor. Terbuka kok utk siapa saja,” jelas Jasman.

Kemudian pada 12 Oktober 2021 wartawan deliknews.com berencana akan ke Kantor Diskominfo, namun Jasman Rizal dihubungi via telepon lagi ada kegiatan di luar kantor, kesibukan pembinaan nagari statistik di kab/kota.

Selanjutnya pada, 3 Desember 2021 media ini kembali menghubungi Jasman Rizal via WhatsApp minta saran dan petunjuk rencana mau ke kantor Diskominfo, namun beliau belum menanggapi, hingga berita ini ditayangkan.

(Darlin)

Pos terkait

loading...