Baru PHO Proyek Ambruk Berkeping-keping, Ini Kata BWSS V Padang dan PT. Daka Megaperkasa

Proyek Pengendalian Banjir Batang Tambuo Kabupaten Agam milik BWSS V Padang baru di PHO sudah ambruk berkeping - keping disebut akibat banjir.
Proyek Pengendalian Banjir Batang Tambuo Kabupaten Agam milik BWSS V Padang baru di PHO sudah ambruk berkeping - keping disebut akibat banjir.

Padang, – Proyek Pengendalian Banjir Batang Tambuo Kabupaten Agam milik Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) V Padang 2021 baru diserah terimakan dan diharapkan dapat mengendalikan banjir diderah itu, namun akhirnya runtuh akibat banjir hingga menjadi sorotan publik.

Menurut Humas PT. Daka Megaperkasa, Rio, proyek yang dikerjakan sudah sesuai spek dan kerusakan bangunan diakibatkan banjir besar. Pihaknya sedang melakukan perbaikan terhadap bangunan yang runtuh sekira 42 meter.

PT. Daka Megaperkasa komitmen untuk melakukan perbaikan dan sudah menurunkan alat excavator membongkar yang runtuh untuk dilakukan perbaikan karena masih masa pemeliharaan.

Rio belum bisa memastikan kapan selesaikan perbaikan yang dimaksud, sebab masih menunggu cuaca yang bagus agar proses perbaikan berjalan maksimal.

Baca juga: BWS Sumatera V Diduga Lakukan Pembohongan Publik Areal Persawahan Pembangunan DI Kawasan Batang Bayang

BWS Sumatera V Padang Kurang Sosialisasi, Ini Akibatnya

Senada disampaikan, Kasatker SNVT Pelaksanaan Jaringan Sumber Air WS-IAKR Provinsi Sumbar, Yusma Elfita bahwa pada saat terjadi curah hujan ekstrem di daerah Kota Bukittinggi, Kabupaten Agam dan sekitarnya mengakibatkan meluapnya Batang Tambuo, khususnya pada lokasi yang belum dilakukan pekerjaan pengendalian banjir sementara pada ruas sungai Batang Tambuo yang sudah ditangani sungai tidak meluap.

“Selain Batang Tambuo, Batang Agam yang terletak tidak jauh dari Batang Tambuo pada nagari yang sama juga meluap menggenangi pemukiman dan Sawah masyarakat. Pada hari Rabu 2 Februari 2022 bersama-sama dengan Pemda setempat, kontraktor dan supervisi, Tim BWS S V Padang melakukan peninjauan lapangan untuk mencek infrastruktur yang terdampak banjir,” katanya.

Menurut Yusma Elfita Pekerjaan Pengendalian Banjir Batang Tambuo saat ini masih dalam masa pemeliharaan. Pada hari yang sama Penyedia jasa diminta untuk melakukan perbaikan dan pada hari Kamis 4 Februari 2022 alat sudah berada di lapangan untuk melakukan perbaikan. Sampai hari ini perbaikan perbaikan infrastruktur yang terdampak bencana masih berlangsung.

Sebelumnya diberitakan, proyek Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat tahun 2021 ini menghabiskan APBN Rp12,9 miliar dikerjaan oleh PT. Daka Alam Perkasa yang diawasi Konsultan PT. Alam Surambi Engineering.

Baca juga: Tidak Kuat, Proyek APBN Rp12 M Pengendalian Banjir BWSS V Padang Hancur

Baru Serah Terima, Proyek BWSS V Padang Habiskan Dana Rp12 Miliar Hancur

Marak Kuari Ilegal di Palembayan Agam

Pekerjaan yang bernilai cukup besar ini menjadi perhatian publik, hingga disebut – sebut akan dilaporkan kepada penegak hukum termasuk ke KPK agar rekanan dan BWSS V Padang mempertanggungjawabkan rusaknya pekerjaan tersebut.

Pengawas proyek, Lase, menyebutkan pekerjaan telah sesuai spek, namun karena bangunan didirikan di atas tanah yang labil dan pengaruh badan sungai yang sudah lebar sebelum diperbaiki, sehingga terjadi kerusakan akibat banjir sekira 7 segmen.

“Kondisi banjir besar yang menyebabkan terjadinya kerusakan dasar sungai, bangunan pengendali yang dibikin di daerah yang alur sungainya sudah rusak,” katanya kepada awak media, Kamis (10/2/22).

Lase tidak menjawab pertanyaan kenapa pelaksana mendirikan bangunan Proyek Pengendalian Banjir Batang Tambuo diatas tanah yang labil.

Demikian juga dengan Kepala BWSS V Padang, Dian Kamila, tidak merespon dikonfirmasi terkait pembangunan Proyek Pengendalian Banjir Batang Tambuo diatas tanah yang labil.

(Darlin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.