NTT  

Pemkab Malaka Bahas Pembentukan Badan Riset dan Inovasi Daerah

Malaka, NTT, Deliknews – Terobosan pelaksanaan Program Swasembada Pangan dengan melibatkan lembaga dan pihak terkait memperoleh langkah maju. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malaka mulai membahas persiapan pembentukan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA).

Pembahasan pembentukan BRIDA dilaksanakan Pemkab Malaka dalam rapat yang dipimpin Bupati Malaka, Dr. Simon Nahak, SH.,MH dan dipandu Sekda Malaka, Ferdinand Un Muti, S.Hut.,M.Si berlangsung di ruang rapat Bupati Malaka, Senin (26/9/2022).

Rapat pembahasan itu dihadiri para Asisten Setda Malaka yakni Albertus Bria, S.Ip (Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat), Drs. Yosep Parera (Asisten Pembangunan dan Perekonomian), Silvester Leto, SH. MH (Asisten Administrasi Umum).

Sementara itu, pimpinan dan staf organisasi perangkat daerah (OPD) yang hadir di antaranya Aloysius Werang, SH. MM (Kaban Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah), Agatha Ronela Bria, S.Sos (Plt Kaban Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan), Emirentiana Bere, SH. MH (Plt Kadis Kependudukan dan Pencatatan Sipil), Folgentius Bere Fahik, S.Pd.,M.A.P (Kadis Sosial), Stefanus Nahak Klau, S.Pi (Plt Kadis Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan).

Selain itu hadir pula beberapa kepala bagian Setda Malaka di antaranya Raymon Yani Baria, SE,M.Ec.Dev (Kabag Organisasi), Yohanes Seran, SH (Kabag Hukum), Rocus Gonzales Funay Seran, S.STP., M.Ec.Dev (Kabag Pemerintahan dan Otonomi Daerah).

Bupati Simon dalam arahannya saat rapat tersebut mengatakan pelaksanaan program swasembada pangan membutuhkan percepatan, sehingga tidak menutup kemungkinan untuk pelibatan kerja sama dengan lembaga lain dan pihak-pihak terkait.

Dikatakan, lembaga lain yang perlu dilibatkan di antaranya Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Namun, keterlibatan BRIN dalam mendukung program swasembada pangan dapat dilakukan jika sudah dibentuk BRIDA. Kehadiran BRIDA bukan berarti instansi yang bekerja dan mendukung pelaksanaan program swasembada pangan belum bekerja maksimal selama ini.

Yang dimaksud, kata Bupati Simon program swasembada pangan membutuhkan percepatan. Kehadiran BRIDA akan lebih efektif dan berpeluang untuk melaksanakan program swasembada pangan. BRIDA sebagai perpanjangan tangan BRIN di daerah akan memfasilitasi pelaksanaan program swasembada pangan dengan menyiapkan bantuan-bantuan termasuk dukungan tenaga-tenaga ahli.

Sebelumnya, Bupati Simon sudah bertemu Kepala BRIN, Dr. Laksana Tri Handoko, M.Sc untuk menyampaikan program swasembada pangan dengan kegiatan produksi beras brand Nona Malaka dan Fore (red, kacang) Lakateu. BRIN mengapresiasi dua brand produksi komoditi tersebut, sehingga akan membuka akses ke Kementerian Pertanian.

BRIN sangat mendukung program swasembada pangan, karena bantuan kegiatan kementerian-kementerian lebih difokuskan kepada program kegiatan fisik selama ini. Sementara, program lain seperti swasembada pangan belum maksimal diberi perhatian oleh pemerintah daerah untuk diusulkan ke pemerintah pusat dengan kementerian dan instansi terkait lainnya.

“Sehingga, saya harapkan Bagian Organisasi dan instansi terkait segera membuat permohonan untuk diajukan ke BRIN. Ini harus secepatnya diusulkan, agar BRIDA segera kita bentuk. Kerja cepat, cerdas dan tuntas. Semua harus punya keinginan untuk bekerja dan bangun Malaka,” demikian harapan Bupati Simon dalam rapat tersebut.(Dami Atok)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *