Langsung ke konten
Kamis, 29 Oktober 2026
NTT

Bupati Simon Kembali Memimpin Kampung Halamannya Penuh Kritikan

Malaka, NTT, deliknews- Bupati Malaka, Dr. Simon Nahak, SH. MH, kembali memimpin dikampung halaman-Nya, dihujat dengan penuh keritikan hingga melakukan pendemoan oleh warga, seolah- olah penolakan terhadap beliu, seperti Nabi Isa kembali kekampung halaman-Nya untuk mewartakan kebenaran dan kebaikan, tetapi ditolak dan diusir orang Nasaret.

Senada dengan Nabi Isa ditolak dan diusir dikampung halaman- Nya, seperti Bupati Simon, kembali ke kampung halaman-Nya, Kabupaten Malaka untuk membangun pembangunan Infrastruktur dan pembangunan mental. Juga, memelopori kebebasan bagi orang-orang kecil, dalam penuh kesabaran dengan jiwa kepemimpinannya.

Nikolas Kehi menyatakannya, Bupati Simon kembali memimpin dikampung halaman-Nya, dihujat dengan berbagai keritikan hingga melakukan pendemoan oleh warga, seolah- olah penolakan terhadap beliu, seperti Nabi Isa kembali kekampung halaman-Nya untuk mewartakan kebenaran dan kebaikan, tetapi ditolak dan diusir.

Apa kiranya yang membuat orang-orang kabupaten Malaka yang selalu mengkeritik Bupati Simon? Bukankah dimulai baik-baik saja? Mungkin saja orang-orang itu tidak berpikir, “Siapa ini ? ” Bukankah dia presis sama seperti kita, orang biasa-biasa saja, juga seorang anak petani? Ucap Niko Kehi dengan kata tanya kataikediamannya, Selasa (14/3/2023)

“Hal kebebesan yang diberikan untuk orang-orang kecil dibuktikan pada suksesi Pemilihan Kepala Desa(Pilkades) serentak 9 Desember 2023 lalu itu, diperlakukan untuk semua warga Malaka, dan tidak ada interfensi satu sama yang lainnya. Terus tidak ada mengkotak-kotakkan antara politik SN-KT dan SBS-WT.

Selain itu, Bupati Simon menunjukan penuh kesabaran dengan jiwa kepemimpinannya, karena walaupun didemo, dihujat dengan berbagai keritikan, bahkan ada penyegelan kantor sebagai fasilitas masyarakat warga malaka sendiri. Akan tetapi, Bupati Simon tetap memberi kebebasan untuk orang-orang kecil.

” Pada hal; memperhatikan dalam kepemimpinan Bupati Malaka dan Wakil Bupati Malaka semenjak dilantiknya itu dari program Sakti sudah menjadi tolak ukur antara jabatan Bupati dan Wakil Bupati sebelumnya semenjak Kabupaten Malaka dimekarkan dari Kabupaten Belu memjadi Daerah Otonomi Baru(DOB)” ujar Niko Kehi.

Menurut Niko,Bapak Bupati Simon, telah banyak menunjukan adanya bukti fisik pembangunan yang sudah dibangun oleh Bupati dan Wakilnya itu, maka ditandai bahwa Bupati Simon dan Wakil Bupati, sapaan akrap masyarakat Kim Taolin itu, sangat serius untuk pembangunan, sesuai apa yang dibutuhkan oleh masyarakat.

Lebih lanjut, landasan pembuktian Bupati Malaka dan wakil Bupati Malaka yakni: pengolahan lahan petani 3500 Ha, kemudian mengadakan Brend Beras Nona Malaka yang sudah dilouncing, dan memberikan pupuk gratis untuk petani lahan basah sebelum musim tanam.

Untuk memberikan pupuk gratis kepada warga masyarakat petani, sudah memperhatikan para petani melalui pengambilan data oleh petugas pertanian, PPL, penyuluh pertanian dari Dinas pertanian yang bertugas.

Adat Istiadat dan Toleransi Umat Beragama; memberikan Insentif kepada Fukun- fukun(pemangku Adat), dan tolerasi umat peragama itu, selalu membangun komunikasi dengan tokoh – tokoh agama, Ketua Mui, Pastor, Pendeta serta umat beragama lainnya yang ada di malaka.

Hal komunikasi itu, bertujuan membamgun kebersamaan dalam membangun Rai Malaka dari berbagai aspek selain itu mendapat masukan tentang hal – hal yang akan di eksekusi sesuai dengan kebutuhan dan anggaran yang dibutuhkannya. Semisalnya pembangunan rehap gereja dan mesjid, atau mau membangun gedung baru, itukan perlu komonikasi.

Kualitas Sumber Daya; memberikan Bantuan Langsung Tunai(BLT) melalui 833 Kartu Malaka Cerdas (KMC), memberikan Kartu Malaka Sehat (KMS) memberikan pelatihan pelatihan Anak- anak muda untuk melakukan tenun kain Ikat bermotif budaya Adat Malaka. Juga memberikan pelatihan Kuliner-kuliner untuk Anak- anak melalui Balai Latihan Kerja(BLK).

Selanjutnya, tata kelola dan Infrastruktur; pengadaan Traffick light(Lampu Merah), 380 Lampu penerangan jalan umum(JPU) yang tersebar di kota Kabupaten Malaka, pembangunan gedung lantai 3, dirumah sakit RSPP Webua, rumah sakit di Bani-bani, Kecamatan Io kufeu.

Lalu, penyelesain kantor DPRD Kabupaten Malaka, rumah jabatan Bupati dan rumah jabatan Wakil Bupat Malaka, juga pembagunan kantor pusat pemerintahan (Puspem) Kabupaten Malaka yang sementara dikerjakan.

Tidak terlepas dari program Bupati Malaka dan Wakil Bupati Malaka, dalam 100 hari kerja dengan Perhatian terhadap Pemerintahan yang bersih bebas dari korupsi, sejak di lantik SNKT.

Dengan mengambil langkah bersih – bersih Korupsi, bagi mereka yang Menggunakan anggaran negara mulai dari Kepala desa di 12 Kecamatan, sampai OPD – OPD di lingkup pemerintah Kabupaten Malaka. Jadi Bupati dan Wakilnya itu, sudah banyak yang mereka lakukannya.(Dami Atok)