Sidoarjo — Langkah cepat dilakukan Anggota Komisi VII DPR RI Bambang Haryo Soekartono saat mendengar bahwa tabung pemadam di Pasar Taman Sidoarjo tidak kunjung diisi ulang meski telah dua kali digunakan untuk menangani kebakaran. Dalam kunjungan kerjanya, BHS menegaskan bahwa keselamatan publik wajib berada di urutan pertama dalam pengelolaan fasilitas umum.

“Kesalahan seperti ini tidak boleh berulang. Tabung habis dibiarkan, diisi ulang lama, lalu nanti kebakaran lagi. Itu seperti menunggu bencana,” ujarnya.

BHS kemudian memutuskan meminjamkan tiga unit pemadam kebakaran portabel agar dapat segera digunakan di area pasar. Tindakan tersebut disambut pedagang yang mulai khawatir dengan kondisi pasar yang kerap dipadati pembeli dan memiliki sistem kelistrikan yang kompleks.

Selain fokus pada keselamatan, BHS menilai masalah Pasar Taman tidak hanya soal alat pemadam, tetapi juga terkait kemampuan pedagang dalam menghadapi perubahan zaman. Ia menegaskan bahwa pasar tradisional harus segera melakukan digitalisasi agar tidak semakin tertinggal.

“Sekarang yang namanya jualan itu bukan hanya duduk menunggu pembeli. Harus aktif di media sosial, marketplace, punya nomor WhatsApp katalog. Itu semua bisa dipelajari, tinggal kemauan,” katanya.

Untuk itu, ia berkomitmen memfasilitasi Wi-Fi gratis di area Pasar Taman sebagai langkah awal mempercepat literasi digital pedagang.

Selain digitalisasi, akses modal menjadi persoalan utama bagi pedagang kecil, terutama jelang momen besar seperti Lebaran atau Natal dan Tahun Baru. Bambang Haryo menyebut akan mendorong bank-bank untuk memperbesar distribusi kredit mikro.

“Saya akan dorong BRI dan Bank Delta Artha untuk mengeluarkan KUR bahkan sampai Rp200 juta tanpa agunan. Untuk pedagang kecil, 10 juta pun bisa tanpa agunan,” papar BHS.

Menurutnya, pedagang harus percaya diri memanfaatkan fasilitas pemerintah, karena sektor UMKM adalah pondasi ekonomi rakyat.

“Kita bantu dari semua sisi: keamanan, digitalisasi, dan permodalan. Tujuannya agar pedagang Pasar Taman naik kelas,” tegasnya.