JAKARTA – Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terpantau langsung keok di hadapan rupiah pada pembukaan perdagangan awal pekan ini. Mata uang Garuda sukses menekan pergerakan dolar AS hingga masuk ke zona Rp 17.800-an.
Berdasarkan data pasar yang dihimpun dari Bloomberg pada Senin (29/6) pukul 09.05 WIB, mata uang Paman Sam tersebut awalnya dibuka melemah 0,12 persen ke posisi Rp 17.922.
“Tak berselang lama, tekanan terhadap dolar AS semakin kuat. Pada pukul 09.10 WIB, dolar AS terpeleset lebih dalam hingga menyentuh level Rp 17.879,” tulis Bloomberg dalam laporan data pasar terbarunya pagi ini.
Meski keok di hadapan rupiah, dolar AS terpantau masih menunjukkan taringnya dan bergerak variatif terhadap sejumlah mata uang utama dunia lainnya.
Data Bloomberg mencatat greenback berhasil menguat tipis terhadap Euro (EUR) sebesar 0,03 persen, serta unggul 0,01 persen terhadap Yen Jepang (JPY).
Selain itu, dolar AS juga mengungguli Poundsterling Inggris (GBP) sebesar 0,02 persen dan terapresiasi tipis 0,01 persen terhadap Franc Swiss (CHF).
Namun, keperkasaan dolar AS sepenuhnya runtuh saat berhadapan dengan sejumlah mata uang komoditas di wilayah Asia-Pasifik dan sekitarnya.
Selain dipukul mundur oleh rupiah, Dolar Australia (AUD) sukses menghajar dolar AS dengan pelemahan tajam hingga mencapai 0,13 persen.
Mata uang Dolar Kanada (CAD) juga terpantau ikut mengambil kesempatan dengan menekan pergerakan dolar AS sebesar 0,04 persen pada perdagangan pagi yang sama. Ditengarai, fluktuasi global masih menjadi motor utama pergerakan dinamis pasar valuta asing hari ini.
