Langsung ke konten
Rabu, 28 Oktober 2026
Ekonomi & Bisnis

Dolar AS Anjlok di Bawah Rp 18.000 Pagi Ini, Sinyal Rupiah Mulai Bangkit?

Ilustrasi dolar AS (foto: Pexels/Pixabay)

JAKARTA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) mengawali perdagangan awal pekan dengan catatan positif. Mata uang Paman Sam terpantau melemah di pasar spot hingga kembali terlempar di bawah level psikologis Rp 18.000.

Berdasarkan data perdagangan Bloomberg pada Senin (3/8), dolar AS melemah 0,23 persen ke level Rp 17.980 pada pembukaan perdagangan. Angka ini berbalik arah setelah dolar AS sempat menguat hingga ditutup pada posisi Rp 18.022 per dolar AS pada perdagangan sebelumnya.

Tim Riset Bloomberg mencatat pergerakan dolar AS pada hari ini diperkirakan bergerak dinamis pada kisaran Rp 17.975 hingga Rp 18.040. Pergerakan awal pekan ini terus dicermati pelaku pasar yang memantau fluktuasi nilai tukar.

Meski melemah pada hari ini, performa dolar AS secara umum masih menunjukkan tren dominan. Sepanjang tahun 2026 berjalan, pergerakan dolar AS terhadap rupiah tercatat telah melonjak hingga mencapai 7,76 persen.

Sementara itu di pasar valuta asing internasional, pergerakan mata uang Paman Sam ini bervariasi saat berhadapan dengan mata uang utama dunia. Dolar AS tercatat masih mampu mengungguli beberapa mata uang negara maju.

Terhadap euro (EUR), dolar AS mengalami kenaikan tipis sebesar 0,03 persen. Dolar AS juga berhasil menguat sebesar 0,14 persen saat berhadapan dengan dolar Australia (AUD).

Penguatan mata uang AS turut berlanjut pada kawasan lain. Dolar AS menguat sebesar 0,10 persen terhadap dolar Kanada (CAD) dan tampil perkasa terhadap franc Swiss (CHF) dengan kenaikan 0,22 persen.

Kendati demikian, kekuatan dolar AS memudar saat bertarung melawan poundsterling Inggris (GBP) dan yen Jepang (JPY). Mata uang Paman Sam tersebut terpaksa bertekuk lutut di hadapan kedua mata uang tersebut.

Terhadap GBP, nilai tukar dolar AS tercatat mengalami penurunan sebesar 0,09 persen. Penurunan lebih tajam terjadi saat berhadapan dengan JPY, di mana dolar AS melorot hingga 0,58 persen.

“Pergerakan mata uang global hari ini mencerminkan adanya penyesuaian portofolio berkala dari para investor pasar uang,” tulis analisis harian tim Bloomberg dalam laporan pasarnya, Senin (3/8).