JAKARTA — Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) kembali mencatatkan penguatan terhadap mata uang rupiah pada pembukaan perdagangan pertengahan pekan ini. Mata uang Paman Sam tersebut merangkak naik hingga menembus kisaran Rp18.000-an per dolar AS.
Berdasarkan data yang dihimpun dari pasar spot Bloomberg pada Rabu (29/7/2026) pukul 09.07 WIB, nilai tukar dolar AS berada di level Rp18.098. Angka tersebut mencatatkan kenaikan sebesar 15 poin atau menguat 0,08 persen dibandingkan posisi penutupan sebelumnya.
Kondisi ini memperlihatkan rupiah masih belum mampu membendung tekanan eksternal dari penguatan mata uang Paman Sam sejak awal perdagangan. Posisi ini menempatkan dolar AS kian dekat menuju ambang psikologis Rp18.100.
Kendati berhasil menekan rupiah, pergerakan dolar AS secara global sejatinya menunjukkan tren yang cenderung bervariasi terhadap sejumlah mata uang utama dunia. Dolar AS mencatatkan penguatan tipis terhadap beberapa mata uang regional Asia maupun global.
Data Bloomberg mencatat dolar AS berhasil unggul dan menguat 0,40 persen terhadap dolar Australia. Selain itu, mata uang Negeri Paman Sam tersebut turut menguat tipis masing-masing sebesar 0,05 persen terhadap dolar Singapura dan yuan China.
Namun, kinerja dolar AS justru melemah saat berhadapan dengan beberapa mata uang kuat lainnya. Mata uang Negeri Paman Sam tersebut terkoreksi tipis 0,05 persen terhadap euro dan minus 0,05 persen di hadapan yen Jepang.
Tren penurunan dolar AS juga berlanjut pada mata uang kawasan Asia Tenggara lainnya. Dolar AS tercatat mengalami pelemahan sebesar 0,03 persen terhadap baht Thailand serta menyusut 0,09 persen terhadap ringgit Malaysia.
