Langsung ke konten
Rabu, 28 Oktober 2026
Ekonomi & Bisnis

Rupiah Berhasil Menekan Dolar AS, Namun Kurs Masih Bertahan di Rp18.000

Ilustrasi dolar AS (foto: Pexels/Pixabay)

JAKARTA — Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terpantau bergerak melemah terhadap rupiah pada perdagangan Rabu (15/7/2026) pagi. Meski mengalami penurunan yang cukup berarti, mata uang Negeri Paman Sam tersebut nyatanya masih betah bertahan di level psikologis Rp 18.000-an.

Berdasarkan data pasar komprehensif yang dihimpun Bloomberg pada Rabu pagi, nilai tukar dolar AS kini berada di posisi Rp 18.065. Angka tersebut menunjukkan penurunan sebesar 26 poin atau melemah sekitar 0,14 persen jika dibandingkan dengan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya.

“Nilai tukar dolar AS pagi ini memang bergerak turun dari penutupan kemarin, namun posisinya terpantau masih cukup betah berada di level Rp 18.000-an,” catat Bloomberg dalam laporan harian pasar valuta asing yang dirilis hari ini.

Pelemahan greenback ini ternyata tidak hanya terjadi terhadap rupiah semata. Mata uang terkuat di dunia tersebut terpantau kompak loyo dan tidak berdaya saat berhadapan dengan hampir seluruh mata uang utama global lainnya di awal sesi perdagangan.

Data Bloomberg menunjukkan dolar AS melemah sebesar 0,12 persen terhadap yen Jepang. Tren negatif ini berlanjut dengan pelemahan sebesar 0,16 persen terhadap dolar Australia, serta turun 0,11 persen terhadap pound sterling Inggris pada sesi perdagangan yang sama.

Tidak ketinggalan, mata uang euro juga sukses menekan balik dominasi dolar AS hingga melemah sebesar 0,16 persen. Kondisi ini memperlihatkan bahwa tekanan terhadap mata uang AS terjadi secara merata di pasar keuangan global sepanjang pagi ini.

Di kawasan regional Asia, dolar Singapura turut mencatatkan penguatan tipis sebesar 0,07 persen terhadap greenback. Langkah penguatan ini segera diikuti oleh yuan China yang juga berhasil menekan dolar AS hingga mengalami penurunan sebesar 0,09 persen.

Tren pelemahan yang merata ini mengindikasikan adanya tekanan eksternal yang cukup kuat pada mata uang AS di pertengahan pekan ini. Para pelaku pasar kini terus mencermati apakah rupiah mampu mempertahankan momentum penguatan ini untuk menekan dolar lebih dalam lagi ke bawah level Rp 18.000.