Langsung ke konten
Rabu, 28 Oktober 2026
Ekonomi & Bisnis

Rupiah Terkapar! Dolar AS Pagi Ini Meroket, Nyaris Tembus Rp 18.000

Ilustrasi dolar AS (foto: Pexels/Pixabay)

JAKARTA – Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) kembali menunjukkan penguatan terhadap rupiah pada pembukaan perdagangan awal pekan. Berdasarkan data Bloomberg pada Senin (6/7/2026), mata uang Negeri Paman Sam diperdagangkan di level Rp17.993 per dolar AS pada pukul 10.16 WIB, atau naik 30 poin setara 0,17 persen dibandingkan penutupan sebelumnya.

Posisi tersebut membuat dolar AS semakin dekat menembus level psikologis Rp18.000 per dolar AS. Pergerakan ini sekaligus mencerminkan tekanan yang masih membayangi nilai tukar rupiah di tengah penguatan mata uang AS di pasar global.

Data Bloomberg menunjukkan penguatan dolar AS tidak hanya terjadi terhadap rupiah, tetapi juga terhadap sejumlah mata uang utama dunia. Kondisi tersebut mengindikasikan bahwa apresiasi dolar berlangsung secara luas dalam perdagangan internasional.

Terhadap dolar Australia, dolar AS menguat sebesar 0,21 persen. Sementara itu, terhadap euro, mata uang AS naik tipis sebesar 0,03 persen, menandakan tekanan juga dirasakan oleh mata uang kawasan Eropa.

Penguatan dolar AS juga terlihat di kawasan Asia. Berdasarkan **data Bloomberg**, dolar AS terapresiasi 0,05 persen terhadap dolar Singapura dan naik 0,13 persen terhadap yuan China.

Selain itu, dolar AS menguat 0,29 persen terhadap yen Jepang. Mata uang AS juga mencatat kenaikan sebesar 0,10 persen terhadap baht Thailand dan bertambah 0,12 persen terhadap ringgit Malaysia.

Pergerakan tersebut memperlihatkan bahwa penguatan dolar bukan hanya dipicu oleh faktor domestik Indonesia, melainkan menjadi tren yang terjadi di berbagai pasar keuangan global. Akibatnya, sejumlah mata uang di kawasan Asia ikut mengalami tekanan terhadap dolar AS.

Hingga perdagangan Senin pagi, Bloomberg mencatat kurs dolar AS berada di level Rp17.993 per dolar AS. Angka itu menjadi salah satu level tertinggi dalam beberapa waktu terakhir dan semakin mendekati batas psikologis Rp18.000 yang selama ini menjadi perhatian pelaku pasar.

Pelaku pasar kini akan mencermati perkembangan sentimen global maupun kebijakan ekonomi yang berpotensi memengaruhi arah pergerakan nilai tukar dalam beberapa hari ke depan. Selama dolar AS masih mempertahankan tren penguatannya terhadap mata uang utama dunia, tekanan terhadap rupiah diperkirakan masih akan berlanjut.