Langsung ke konten
Rabu, 28 Oktober 2026
Ekonomi & Bisnis

Rupiah Melemah Lagi, Dolar AS Melesat Dekati Rp 18.100

Ilustrasi dolar AS (foto: Pexels/Pixabay)

JAKARTA – Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) kembali menunjukkan keperkasaannya terhadap rupiah pada awal perdagangan pagi ini, Kamis (9/7/2026). Mata uang Negeri Paman Sam tersebut terus bergerak merangkak naik dan mulai mendekati level Rp 18.100.

Berdasarkan data kompilasi pasar spot Bloomberg pada pagi hari ini, dolar AS tercatat menguat sebesar 0,36 persen. Penguatan tersebut membawa mata uang nomor satu dunia ini bertengger ke level Rp 18.079.

Tren kenaikan ini melanjutkan performa impresif dolar AS yang telah menekan rupiah sejak beberapa waktu terakhir. Pada penutupan perdagangan hari sebelumnya, Rabu (8/7/2026), mata uang Paman Sam tersebut sudah berada di posisi yang cukup tinggi, yakni pada level Rp 18.014.

“Dolar Amerika Serikat menguat 0,36 persen ke level Rp 18.079 pagi ini,” tulis laporan data pasar Bloomberg yang dikutip pada Kamis (9/7/2026).

Selain menekan rupiah, keperkasaan greenback pada hari ini juga terlihat bergerak variatif terhadap sejumlah mata uang utama dunia lainnya. Dolar AS terpantau sukses menekan mata uang Euro (EUR) dengan mencatatkan penguatan sebesar 0,10 persen.

Keunggulan dolar AS juga terjadi pada mata uang Poundsterling Inggris (GBP) yang terdepresiasi hingga sebesar 0,08 persen. Tren positif mata uang Paman Sam ini berlanjut terhadap Dolar Australia (AUD) dengan kenaikan sebesar 0,10 persen.

Meski demikian, keperkasaan dolar AS tidak berlaku mutlak di seluruh pasar global. Mata uang Paman Sam justru menunjukkan pelemahan tipis sebesar 0,08 persen saat berhadapan dengan Yen Jepang (JPY) pada sesi perdagangan yang sama.

Nasib serupa juga dialami dolar AS saat berhadapan dengan Dolar Kanada (CAD) yang melemah 0,07 persen. Penurunan paling tajam dialami dolar AS terhadap Franc Swiss (CHF), di mana mata uang tersebut tergelincir hingga sebesar 0,15 persen.