JAKARTA — Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) memberi sinyal kuat terkait rencana penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Proses pencatatan saham di pasar modal tersebut kini tengah digodok secara intensif di bawah naungan Danantara Asset Management (DAM).
Chief Investment Officer (CIO) BPI Danantara, Pandu Sjahrir, menyatakan bahwa pihaknya bakal memfokuskan aksi korporasi ini dalam rentang waktu 6 hingga 12 bulan mendatang. Langkah strategis tersebut diproyeksikan mampu mendongkrak gairah serta likuiditas pasar modal di Indonesia.
“Itu prosesnya ada di dalam DAM, insyaallah kita bisa fokus 6-12 bulan ke depan. Itu ada proses juga nanti dalam Bursa. Ya niatnya juga untuk menambah likuiditas juga ke pasar modal Indonesia,” ungkap Pandu kepada wartawan di Gedung BEI, Jakarta, Senin (10/8/2026).
Meski demikian, Pandu belum membeberkan jadwal pasti IPO BUMN terdekat yang akan melantai di bursa. Ia menyebut detail peluncuran aksi korporasi tersebut nantinya akan disampaikan langsung oleh Chief Operating Officer (COO) BPI Danantara, Dony Oskaria.
“Itu nanti tunggu aja dari DAM, nanti dari sisi Pak Dony bisa komunikasi langsung,” tambah Pandu.
Aksi korporasi ini merupakan bagian dari peta jalan (roadmap) transformasi pasar modal yang telah disusun bersama oleh BPI Danantara dan Badan Pengaturan (BP) BUMN. Transformasi ini mencakup konsolidasi, restrukturisasi, inovasi teknologi, hingga penciptaan nilai (value creation) demi mengejar target pertumbuhan laba.
Chief Operating Officer (COO) BPI Danantara, Dony Oskaria, menegaskan bahwa IPO menjadi instrumen penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Menurutnya, langkah ini efektif dalam memperdalam pasar modal seiring bertambahnya emiten berkualitas di Bursa Efek Indonesia.
Dony membocorkan sejumlah BUMN berkapitalisasi pasar (market cap) besar yang dinilai sangat potensial dan layak untuk melantai di bursa. Perusahaan tersebut antara lain PT Pegadaian (Persero), PT Pupuk Indonesia (Persero), PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports), hingga PT Pelabuhan Indonesia (Persero).
“Masih ada Pegadaian, ada Pupuk Indonesia, dan banyak. Ada Pelindo, ada Angkasa Pura, dan banyak sekali perusahaan-perusahaan yang memang itu secara market cap bagus untuk kita IPO-kan,” ujar Dony.
