JAKARTA — Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) mengalami tekanan pada perdagangan akhir pekan. Mata uang Garuda terpantau melemah dan bergerak di atas level psikologis Rp18.000 per dolar AS.
Berdasarkan data Bloomberg pada Jumat (6/11/2026) pukul 09.08 WIB, posisi rupiah berada di level Rp18.097 per dolar AS. Angka tersebut menunjukkan pelemahan sebesar 15 poin atau 0,08 persen dibanding perdagangan sebelumnya.
Pelemahan ini sejalan dengan menguatnya indeks dolar AS di kancah global. Mata uang Paman Sam tersebut terpantau kompak menanjak terhadap berbagai mata uang utama dunia lainnya pagi ini.
Analis pasar keuangan menyebutkan bahwa dinamika politik global turut memberi sentimen kuat terhadap pasar. Hasil pemilu sela (midterm election) di AS menjadi salah satu katalis utama penggerak pasar keuangan internasional saat ini.
“Ketidakpastian politik pasca pemilu sela AS langsung direspon pelaku pasar dengan memburu aset-aset safe haven, terutama dolar AS,” ujar Kepala Ekonom Bank Mandiri, Andry Asmoro, saat dihubungi di Jakarta.
Menurutnya, pergerakan ini bersifat fluktuatif dan dipengaruhi oleh ekspektasi kebijakan fiskal lanjutan di Washington. Pasar kini tengah menanti arah kebijakan ekonomi domestik merespons tekanan global tersebut.
Sementara itu, pengamat pasar uang dari Bank Danamon, Fithra Faisal Hastiadi, menilai pelemahan rupiah masih dalam batas wajar di tengah penguatan dolar secara menyeluruh. Ia menyarankan agar otoritas moneter terus menjaga stabilitas pasar.
“Bank Indonesia perlu menjaga likuiditas valas agar gejolak ini tidak merembet terlalu dalam ke sektor riil,” kata Fithra.
Secara regional, pergerakan mata uang Asia terpantau bervariasi menghadapi penguatan dolar AS. Dolar AS tercatat melemah tipis terhadap dolar Singapura sebesar 0,15 persen.
Kendati demikian, dolar AS tetap perkasa terhadap mata uang Asia lainnya. Mata uang Paman Sam menguat 0,05 persen terhadap yuan China, serta menanjak 0,11 persen terhadap baht Thailand.
Tekanan paling terasa dialami oleh ringgit Malaysia yang merosot hingga 0,30 persen. Penguatan serupa juga terjadi terhadap yen Jepang sebesar 0,16 persen pagi ini.
