Langsung ke konten
Jumat, 6 November 2026
Ekonomi & Bisnis

Pertamina di Posisi Teratas! Ini Daftar 19 BUMN Paling Berkuasa di Fortune Indonesia 100 2026

Sumber foto: DOK. Humas Pertamina (via kompas.com)

JAKARTA — Sebanyak 19 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sukses menembus daftar prestisius Fortune Indonesia 100 edisi 2026 berdasarkan kinerja tahun fiskal 2025. Meski secara kuantitas hanya mengisi sebagian kecil daftar, belasan BUMN ini menyumbang total pendapatan fantastis senilai Rp 3.131,83 triliun.

​Angka raksasa tersebut menguasai 50,32 persen dari total pendapatan 100 perusahaan terbesar di Indonesia yang mencapai Rp 6.224,01 triliun. Raihan ini menegaskan dominasi kuat BUMN terhadap roda perekonomian nasional, yang mana keseluruhan pendapatan Fortune Indonesia 100 setara 26,1 persen dari PDB Indonesia 2025.

​PT Pertamina (Persero) memimpin takhta sebagai BUMN berpendapatan terbesar sekaligus menempati posisi puncak nasional dengan membukukan Rp 1.189,74 triliun. Kejutan menarik juga terjadi pada papan atas klasemen karena Bank Rakyat Indonesia (BRI) berhasil menggeser raksasa swasta Astra International dari posisi tiga besar.

​“Perubahan tersebut menunjukkan bahwa bahkan di antara perusahaan-perusahaan dengan skala terbesar sekalipun, posisi di puncak bukanlah sesuatu yang permanen,” kata Editor-in-Chief Fortune Indonesia, Hendra Soeprajitno, dalam keterangan tertulisnya.

​Berikut daftar lengkap 19 BUMN yang masuk dalam jajaran Fortune Indonesia 100 edisi 2026 beserta capaian pendapatannya pada 2025:

  • ​Pertamina (Persero): Rp 1.189,74 triliun
  • ​Perusahaan Listrik Negara (PLN): Rp 582,68 triliun
  • ​Bank Rakyat Indonesia (BRI): Rp 324,33 triliun
  • ​Bank Mandiri: Rp 212,97 triliun
  • ​MIND ID: Rp 159,46 triliun
  • ​Telkom Indonesia: Rp 146,74 triliun
  • ​Bank Negara Indonesia (BNI): Rp 94,04 triliun
  • ​Pupuk Indonesia: Rp 90,40 triliun
  • ​Garuda Indonesia: Rp 53,98 triliun
  • ​Bank Tabungan Negara (BTN): Rp 40,45 triliun
  • ​Pelindo: Rp 36,73 triliun
  • ​Kereta Api Indonesia (KAI): Rp 35,76 triliun
  • ​Semen Indonesia (SIG): Rp 35,24 triliun
  • ​Jasa Marga: Rp 29,89 triliun
  • ​InJourney: Rp 28,58 triliun
  • ​Hutama Karya: Rp 25,13 triliun
  • ​PT PP: Rp 16,27 triliun
  • ​Krakatau Steel: Rp 16,11 triliun
  • ​Wijaya Karya: Rp 13,33 triliun

​Fortune Indonesia juga mencatat standar minimum (cutoff) untuk masuk dalam daftar tahun ini melonjak menjadi Rp 12,31 triliun. Kendati 66 persen perusahaan berhasil mendongkrak omzet, Hendra menyoroti fenomena di mana peningkatan omzet tidak selalu berbanding lurus dengan profitabilitas.

​“Pertumbuhan topline belum otomatis diterjemahkan menjadi pertumbuhan laba,” ujar Hendra menjelaskan tantangan efisiensi yang dihadapi para pelaku industri saat ini.