Langsung ke konten
Sabtu, 7 November 2026
Regional

Bali Krisis BBM, Antrean SPBU Mengular hingga Warga Dorong Motor

Antrean kendaraan bermotor mengular di salah satu SPBU kawasan Renon, Denpasar, Bali, Senin (12/10/2026). Kelangkaan BBM membuat sejumlah SPBU diserbu pengendara. (I Wayan Widharse/Dok. Suara Surabaya)

BADUNG, BALI — Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) melanda sejumlah wilayah di Provinsi Bali sejak Minggu (11/10/2026) hingga Senin (12/10/2026) malam. Stok BBM jenis Pertalite dan Pertamax di berbagai Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) habis total, memicu antrean kendaraan yang mengular hingga mengganggu arus lalu lintas.

Kondisi terparah terpantau di Kabupaten Badung dan Kabupaten Jembrana. Jalur utama Denpasar-Gilimanuk merayap lambat akibat tumpukan kendaraan yang mengantre di SPBU Kelurahan Kapal, Werdi Bhuwana, hingga kawasan permukiman padat Dalung Permai. Sejumlah warga bahkan harus menghabiskan waktu lebih dari satu jam hanya untuk mendapatkan giliran pengisian.

“Lama antrenya karena waktu masuk ke SPBU itu saya udah disuruh mundur. Ternyata ada antrean. Sudah keliling di sekitar Dalung, masih ramai,” kata Gede Ari, warga Tabanan yang ditemui di SPBU Kapal, Badung.

Sementara di Kabupaten Jembrana, sebanyak 14 SPBU melaporkan kekosongan BBM. Akibat penutupan sementara SPBU dan kelangkaan di tingkat eceran, beberapa pengendara terpaksa mendorong sepeda motor mereka di jalanan.

“Tumben kali ini habis semua. Tadi sudah dorong motor jauh sekali jadi saya telepon teman untuk bantu dorong,” ungkap Putu Suryacita (31), warga asal Pendem, Jembrana.

Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan Badung membeberkan bahwa lonjakan konsumsi masyarakat menjadi salah satu pemicu terkikisnya stok harian di SPBU. Untuk menjaga ketertiban lalu lintas di sekitar area pengisian, pihak kepolisian telah menyiagakan personel pengamanan di titik-titik terdampak.

“Kami di Polres Badung dan jajaran memastikan antrean dapat lancar, terutama yang mungkin berdampak kepada arus lalu lintas. Kami menjamin dan meyakinkan agar masyarakat tidak panik,” ujar Kapolres Badung, AKBP Joseph Edward Purba.

Pihak PT Pertamina Patra Niaga mengonfirmasi bahwa kelangkaan ini sempat dipicu keterlambatan pengiriman armada kapal laut. Namun, langkah penambahan pasokan BBM secara masif sebesar 26.200 kiloliter (kl) langsung dilakukan secara bertahap untuk menormalkan ketersediaan pasokan di seluruh Bali.

“Penyaluran ke SPBU terus kami optimalkan dengan mempertimbangkan kondisi stok dan tingkat konsumsi di masing-masing wilayah,” tegas Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi.