SIDOARJO — Anggota DPR RI Bambang Haryo Soekartono (BHS) mendorong pemangkasan jalur distribusi bahan bakar minyak (BBM) bagi para nelayan di kawasan pesisir Kecamatan Jabon, Sidoarjo. Langkah ini dinilai krusial guna menekan biaya operasional melaut yang selama ini membebani masyarakat pesisir.
BHS menegaskan pentingnya penyaluran BBM dengan skema distribusi yang lebih pendek agar harga yang sampai di tangan nelayan jauh lebih terjangkau. Nelayan lokal mendesak agar pasokan BBM dapat diakses secara langsung dari Pertamina atau paling banyak melalui satu perantara saja.
Tuntutan tersebut mengemuka saat BHS menggelar kegiatan penyerapan aspirasi bersama warga pesisir di Dusun Tlocor, Desa Kedungpandan, Jabon, Sidoarjo. Tinggi dan panjangnya rantai distribusi BBM menjadi keluhan utama para nelayan setempat.
“Permasalahan utama adalah BBM. Nelayan menginginkan penyaluran langsung dari Pertamina atau maksimal melalui pihak kedua, sehingga harganya bisa lebih murah,” ujar Bambang Haryo Soekartono saat menyerap aspirasi nelayan di pesisir Jabon, khususnya Dusun Tlocor, Desa Kedungpandan.
Tak hanya mengawal persoalan pasokan bahan bakar, BHS juga menyerahkan bantuan berupa lima unit jaring nelayan untuk mendukung aktivitas kerja harian warga. Selain itu, ia berkomitmen menyalurkan tambahan delapan unit jaring serta satu unit mesin kapal pada tahun depan.
“Bantuan tersebut diharapkan dapat memperkuat sarana kerja nelayan sekaligus menunjang produktivitas mereka,” tuturnya.
Guna memastikan terpenuhinya berbagai sarana pendukung bagi nelayan Desa Kedungpandan, BHS menekankan pentingnya kolaborasi antarinstansi. Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan para pemangku kepentingan sangat diperlukan untuk menopang perekonomian masyarakat pesisir secara berkelanjutan.
