SURABAYA — PT Dharma Lautan Utama (DLU) menguji tingkat kesiapsiagaan awak kapal serta tim penyelamat gabungan. Pengujian ini dilakukan melalui simulasi penanganan kebakaran kapal Roll-on/Roll-off (Ro-Ro) di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, pada Selasa (3/11/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Kampanye Keselamatan Pelayaran. Langkah strategis ini digeber untuk menyambut lonjakan arus penumpang pada masa angkutan Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru).
Skenario latihan bermula ketika sandi “Kode Matahari Terbit” dikumandangkan. Sandi itu menandakan munculnya titik api secara tiba-tiba dari dalam dek kapal.
Awak kapal langsung bergerak cepat melakukan pemadaman mandiri memakai alat pemadam api ringan (APAR). Pada saat bersamaan, sang kapten segera melapor darurat ke Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tanjung Perak.
Tak lama berselang, armada penyelamat merespons cepat menuju titik lokasi kejadian. Operasi ini mengerahkan kapal pemadam khusus serta armada dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas).
Skenario kian menegangkan saat sejumlah penumpang digambarkan melompat ke laut demi menyelamatkan diri. Tim evakuasi langsung sigap menjemput para korban menggunakan perahu sekoci darurat.
Seluruh proses penyelamatan berjalan terpadu melibatkan Basarnas, PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo), unsur TNI, serta Polri. Rangkaian latihan skala besar itu akhirnya ditutup secara resmi melalui sandi “Kode Matahari Terbenam”.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, Samsudin, memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya simulasi ini. Ia menilai budaya keselamatan berlayar wajib menjadi komitmen kolektif seluruh elemen bangsa.
“Kita berharap ke depan, semua stakeholder dapat tumbuh menjadi sebuah budaya. Safety first bukan lagi sekadar slogan,” ujar Samsudin menegaskan.
Ia menambahkan, faktor keselamatan merupakan prioritas utama yang mutlak. Aspek ini tidak boleh dikompromikan dengan alasan kepentingan ekonomi maupun target operasional semata.
Menurutnya, simulasi kebakaran dan evakuasi laut sangat penting untuk menguji banyak hal. Latihan ini mengukur kesiapan fisik awak kapal, kelayakan alat keselamatan, kecepatan keputusan, serta koordinasi antarinstansi.
