SIDOARJO – Anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo Soekartono, mendesak pemerintah daerah untuk segera membenahi infrastruktur dan layanan kebersihan di Pasar Tulangan, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Ia menegaskan bahwa kualitas fasilitas pasar tradisional idealnya sebanding dengan retribusi yang rutin dibayarkan oleh para pedagang setempat.
Teguran keras ini disampaikan Bambang saat menggelar peninjauan langsung di lokasi pasar pada Senin (2/11/2026). Dalam inspeksi tersebut, ia menemukan sejumlah Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dalam kondisi kedaluwarsa yang masih terpasang di area pasar.
”Kondisi pasar harus sebanding dengan retribusi yang dibayarkan pedagang. Untuk APAR yang kedaluwarsa, kami bantu isikan supaya bisa digunakan saat dalam kondisi darurat,” ujar Bambang di sela peninjauan.
Selain masalah keamanan fisik, Bambang juga menyoroti kelangkaan pasokan Minyakita di sejumlah kios pedagang. Meski pasokan bahan pokok lain seperti telur, bawang, dan daging ayam relatif stabil, ketersediaan minyak goreng murah milik pemerintah tersebut sering mendadak kosong.
”Minyakita ini harus ada terus dan cukup. Jangan sampai barang Bulog identik dengan barang jelek. Produk Bulog harus identik dengan barang berkualitas dan tidak boleh kalah dengan produk swasta,” tegasnya.
Menanggapi temuan tersebut, Kepala Bidang Pasar Disperindag Sidoarjo, Setya Handaka, menjelaskan bahwa pengalihan pengelolaan pasar dari pihak ketiga ke pemerintah daerah baru berjalan dua bulan. Kondisi peralihan ini membuat sejumlah perbaikan fasilitas baru bisa dianggarkan secara bertahap.
”Ini kemarin pengelolaan pasar dilakukan pihak ketiga, baru dua bulan ini diserahkan ke pemerintah daerah. Jadi kalau ada APAR kedaluwarsa, nanti bisa kita bereskan pada tahun depan,” terang Setya. Ia menambahkan bahwa Pemkab Sidoarjo menargetkan Pasar Tulangan dapat memenuhi standar pasar ber-SNI pada 2028 mendatang.
Namun, rencana pembenahan tersebut dibayang-bayangi keterbatasan dana daerah. Anggota Komisi B DPRD Sidoarjo, Supriyono, mengungkapkan bahwa alokasi anggaran perawatan pasar saat ini masih jauh dari kata ideal.
”Dari total anggaran Rp38 miliar, sekitar Rp28 miliar habis untuk belanja pegawai dan operasional. Hanya tersisa Rp8 miliar untuk memenuhi kebutuhan seluruh pasar di Sidoarjo, yang tentu belum memadai untuk perawatan menyeluruh,” ungkap Supriyono.
