SITUBONDO – Kebakaran hebat melanda tiga rumah warga di Desa Sumberanyar, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, Senin (4/5/2026) sekitar pukul 11.30 WIB. Peristiwa ini menyebabkan kerugian besar, termasuk uang tunai senilai Rp 160 juta yang ikut hangus terbakar.
Kebakaran diduga dipicu korsleting listrik, meski penyebab pastinya masih dalam penyelidikan. Kasubag Umum Damkar Situbondo, Dayat, mengatakan api dengan cepat membesar sehingga warga tidak sempat menyelamatkan barang berharga.
“Dugaan sementara kebakaran akibat arus pendek listrik, namun masih dalam penyelidikan lebih lanjut,” ujar Dayat saat dikonfirmasi, Senin (4/5/2026).
Api pertama kali muncul dari rumah milik Didik Sugianto (63). Saat kejadian, Didik diketahui sedang mengelas besi di dekat rumahnya dan tidak menyadari api mulai membakar bagian bangunan.
Kobaran api kemudian merembet ke dua rumah lainnya milik Sutrisno (62) dan Syafii (62). Tiupan angin kencang serta material bangunan yang mudah terbakar membuat api cepat menjalar dan sulit dikendalikan.
“Api merembet ke rumah tetangganya dan membuat kobaran api yang besar,” jelas Dayat.
Petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi sekitar pukul 11.45 WIB. Namun saat itu api sudah membesar sehingga proses pemadaman berlangsung cukup sulit.
Sebanyak tiga unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk menjinakkan api. Rinciannya, satu unit berasal dari Damkar Asembagus dan dua unit dari Damkar Situbondo.
Meski api akhirnya berhasil dipadamkan, ketiga rumah mengalami kerusakan dengan tingkat sedang hingga berat. Total kerugian material diperkirakan mencapai Rp 205 juta, termasuk uang milik Didik yang ikut terbakar.
“Kerugiannya tiga rumah hangus dan mengalami kerusakan sedang, uang milik korban senilai seratus enam puluh juta juga hangus,” kata Dayat.
Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran, terutama di tengah kondisi cuaca panas.
“Untuk warga Situbondo, hati-hati terutama korsleting listrik yang sering menyebabkan kebakaran. Jika sudah keluar rumah, listrik sebaiknya dimatikan,” ujarnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih memperhatikan faktor keamanan listrik dan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama di lingkungan padat penduduk.
