JAKARTA – Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali mencatat kenaikan signifikan pada perdagangan Sabtu (30/5/2026). Setelah sehari sebelumnya menguat Rp 20.000 per gram, harga logam mulia Antam hari ini kembali melonjak Rp 25.000 per gram.
Berdasarkan data yang dirilis melalui situs Logam Mulia Antam, harga emas 24 karat kini berada di level Rp 2.799.000 per gram. Kenaikan tersebut semakin memperkuat tren penguatan harga emas yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.
“Harga emas Antam 24 karat hari ini naik hingga Rp 25.000 per gram menjadi Rp 2.799.000 per gram,” demikian informasi yang tercantum dalam situs resmi Logam Mulia Antam, Sabtu (30/5/2026).
Kenaikan juga terjadi pada harga buyback atau harga pembelian kembali emas oleh Antam. Nilainya naik Rp 30.000 per gram menjadi Rp 2.609.000 per gram. Harga buyback merupakan acuan yang digunakan ketika masyarakat ingin menjual kembali emas yang dimilikinya kepada Antam.
Meski mengalami lonjakan harian yang cukup tinggi, pergerakan harga emas dalam sepekan terakhir masih berada dalam rentang Rp 2.754.000 hingga Rp 2.803.000 per gram. Sementara dalam periode satu bulan terakhir, harga emas bergerak pada kisaran Rp 2.754.000 hingga Rp 2.859.000 per gram.
Selain itu, pemerintah juga menetapkan ketentuan perpajakan untuk transaksi buyback emas. Mengacu pada Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 81 Tahun 2024, transaksi buyback dengan nilai di atas Rp 10 juta dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5 persen.
“PPh Pasal 22 tersebut akan dipotong langsung dari total nilai transaksi pada saat pelaksanaan buyback,” sebagaimana dijelaskan dalam ketentuan yang berlaku.
Untuk rincian harga, emas Antam ukuran 0,5 gram dibanderol Rp 1.449.500. Sementara ukuran 10 gram dijual Rp 27.485.000 dan ukuran 100 gram mencapai Rp 274.112.000.
Adapun untuk ukuran terbesar, yakni 1.000 gram atau 1 kilogram, Antam menetapkan harga sebesar Rp 2.739.600.000. Kenaikan harga ini kembali menegaskan posisi emas sebagai salah satu instrumen investasi yang terus menjadi perhatian masyarakat di tengah dinamika ekonomi dan pergerakan nilai tukar rupiah.
