JAKARTA – Nilai tukar rupiah sukses menunjukkan taringnya dengan menekan dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan awal pekan, Senin (15/6). Mata uang Paman Sam tersebut bahkan langsung merosot ke kisaran level Rp 17.700-an.
Berdasarkan data pasar yang dihimpun dari Bloomberg, dolar AS terpantau berada di posisi Rp 17.782 pada pukul 09.05 WIB. Angka ini mencerminkan pelemahan sebesar 0,44 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.
Tak butuh waktu lama, tekanan terhadap mata uang AS semakin berat memasuki menit-menit berikutnya. Pada pukul 09.08 WIB, dolar AS kembali tersungkur ke level Rp 17.773.
“Rupiah berhasil memanfaatkan momentum pagi ini untuk menekan dolar AS. Mata uang Paman Sam melemah ke level Rp 17.700-an pada awal perdagangan,” tulis analis pasar dalam laporan pergerakan mata uang Bloomberg, Senin (15/6).
Sementara itu, keperkasaan dolar AS di pasar global terpantau bergerak variatif dan cenderung tidak merata terhadap sejumlah mata uang utama dunia lainnya.
Dolar AS tercatat masih mampu menunjukkan taji terhadap mata uang Eropa. Greenback terpantau menguat tipis terhadap Euro (EUR) sebesar 0,27 persen dan terhadap Poundsterling Inggris (GBP) sebesar 0,25 persen.
Namun, situasi berbalik saat dolar AS berhadapan dengan Dolar Australia (AUD). Mata uang Negeri Kangguru tersebut berhasil menekan dolar AS hingga melemah signifikan sebesar 0,37 persen.
Pelemahan dolar AS juga merembet pada sejumlah mata uang negara maju lainnya di kawasan Asia dan Amerika Utara. Terhadap Yen Jepang (JPY), dolar AS bergerak melemah tipis sebesar 0,02 persen.
Tren negatif ini berlanjut pada pergerakan terhadap Dolar Kanada (CAD) yang melemah 0,10 persen. Dolar AS juga mencatatkan koreksi cukup dalam terhadap Franc Swiss (CHF) dengan penurunan mencapai 0,33 persen.
Secara keseluruhan, fluktuasi pagi ini menunjukkan bahwa meskipun dolar AS masih bertenaga di Eropa, mereka harus rela bertekuk lutut di hadapan rupiah dan mayoritas mata uang global lainnya.
