Pasaman, – Penyediaan air bersih bagi masyarakat merupakan suatu kewajiban dari pemerintah. Namun masih banyak masyarakat yang belum menikmati air bersih program pemerintah, seperti pengakuan Sangkupon Harahap warga Padang Gelugur, Kabupaten Pasaman bahwa pihaknya sudah membayar ke platform pembangunan air minum dan sanitasi perdesaan (Pamsimas) pada 2021, janji sediakan air bersih, hingga sekarang belum juga terealisasi.

Disampaikan Sangkupon Harahap, pada tahun 2021 lalu pengurus Pamsimas Jorong Makmur, Nagari Padang Gelugur datang menemui masyarakat memungut uang senilai Rp50.000/keluarga.

Bukan itu saja, Pamsimas juga datang menemui pengurus Masjid Nurul Iman, dan pengurus Masjid membayar Rp 1 juta ke Pamsimas.

Namun yang disesalkan menurut Sangkupon Harahap, hingga saat ini belum ada air Pamsimas sampai kerumah masyarakat, maupun Masjid. Sehingga Ia merasa tindakan Pamsimas merupakan suatu penipuan.

“Jangankan air bersih, sampai sekarang pipa untuk aliran air saja belum sampai kerumah masyarakat dan Masjid,” kata Sangkupon Harahap kepada deliknews.com, Senin (17/19/22).

Dikatakan Sangkupon Harahap, pihaknya sudah mempertanyakan kepada pengurus Pamsimas kenapa air bersih yang dijanjikan belum juga sampai, namun menurutnya jawaban yang diterima tidak memuaskan.

“Katanya air tidak sampai karena kami tidak ikut gotong – royong. Padahal waktu pemungutan biaya tahun 2021 tidak ada disampaikan wajib ikut gotong royong,” tegasnya.

Tak main – main, Sangkupon Harahap berharap persoalan ini dapat diusut oleh penegak hukum, dan Ia bersedia memberikan keterangan bila dibutuhkan.

Sementara pihak dari Pamsimas atas nama Datuk Kayo yang disebut sebagai ketua ketika dikonfirmasi via WhatsApp tidak memberikan penjelasan, namun Ia meminta agar menghubungi yang bernama Amrizal.

“Hubungi nomor ini dulu,” kata Datuk Kayo sembari mengirimkan nomor kontak Amrizal.

Kemudian ketika Amrizal dihubungi via telepon seluler menyebut bahwa Ia bukan termasuk pengurus Pamsimas.

“Saya klarifikasi dulu ya. Saya bukan pengurus Pamsimas, namun waktu itu tahun 2021, saya membantu pengurus Pamsimas untuk memungut dana itu ke masyarakat, kemudian saya setor langsung ke rekening Pamsimas,” terangnya.

Amrizal menegaskan, Ia tidak ada memakai dana yang dipungut itu, seluruh yang diterima dari masyarakat langsung Ia setorkan, dan Ia siap memperlihatkan bukti setoran tersebut.

“Saya tidak salah dan tidak ada makan uang itu, semua dana saya setor, bukti setor ada sama saya dan siap memperlihatkannya,” tukas Amrizal.