SURABAYA – Ketua Umum Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Surabaya, Bambang Haryo Soekartono, menargetkan kontingen pesilat junior kota setempat untuk meraih tujuh medali emas pada ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) di Ngawi. Target tersebut dipatok sebagai langkah strategis sekaligus bekal penting menuju Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas).
Sebanyak 29 atlet junior dipersiapkan secara intensif untuk memperkuat kontingen Surabaya pada kejuaraan bergengsi tingkat regional ini. Mereka terdiri atas atlet yang turun pada kategori tanding serta kategori seni.
“Targetnya memang tujuh emas, mudah-mudahan bisa terealisasi. Tapi sebanyak mungkin kita mendapatkan trofi atau medali, tidak hanya emas, tapi juga perak dan perunggu, kalau perlu yang kita harus serap semua,” ujar Bambang Haryo saat meninjau langsung sesi latihan atlet di Surabaya.
Ia menilai seluruh atlet telah menjalani persiapan matang sehingga berada dalam kondisi prima. Kesiapan tersebut dinilai krusial agar para pesilat pelajar Surabaya mampu bersaing secara ketat melawan perwakilan dari berbagai daerah lain di Jawa Timur.
Selain perebutan prestasi daerah, ajang Popda juga dipandang sebagai batu loncatan utama dalam pembinaan berjenjang. Para juara dari ajang ini nantinya dipersiapkan secara khusus untuk mewakili Provinsi Jawa Timur di tingkat nasional.
Optimisme tinggi yang disampaikan Bambang Haryo bukan tanpa dasar yang kuat. Berdasarkan evaluasi dari kejuaraan tingkat junior sebelumnya, performa fisik, teknik, dan kecepatan para atlet Surabaya menunjukkan peningkatan signifikan hingga 50 persen.
“Kami memohon doa restu dari seluruh masyarakat Surabaya agar wakil-wakil atlet kita dapat menjuarai Popda semaksimal mungkin,” pungkasnya.
