SIDOARJO – Momen peringatan Hari Sumpah Pemuda dimaknai secara berbeda oleh anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo Soekartono (BHS). Bersama tim BHS Peduli dan karyawan PT Dharma Lautan Utama, ia menggelar aksi donor darah di Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Sidoarjo, Kamis.
Langkah ini dilakukan untuk menumbuhkan rasa kepedulian sosial di masyarakat, khususnya generasi muda. BHS menilai pentingnya menanamkan kebiasaan donor darah sejak dini melalui institusi pendidikan.
”Sekolah menengah atas (SMA) dan perguruan tinggi dinilai memiliki potensi besar untuk membangun kesadaran generasi muda mengenai pentingnya membantu sesama melalui donor darah,” ujar BHS di sela kegiatan.
Menurut BHS, semangat persatuan dalam Sumpah Pemuda perlu diwujudkan lewat tindakan nyata di kehidupan sehari-hari. Keterlibatan anak muda dalam aksi kemanusiaan seperti donor darah menjadi wujud solidaritas yang sangat diperlukan.
”Sekolah-sekolah, mulai dari SMA, serta universitas di Sidoarjo bisa didorong untuk melakukan kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian dan upaya saling membantu sesama,” tegasnya.
Menanggapi aksi tersebut, Kepala Bidang Pengelolaan Darah PMI Sidoarjo, dr. Shelivia Destiana, mengungkapkan bahwa stok darah di wilayahnya saat ini berada dalam kondisi aman. Rata-rata pendonor di Sidoarjo mencapai sekitar 4.000 orang setiap bulannya.
“Untuk ketersediaan saat ini aman. Alhamdulillah, stok darah tercukupi,” kata Shelivia saat memberikan keterangan resmi.
Kendati stok mencukupi, Shelivia mengingatkan masyarakat untuk tetap aktif mendonorkan darah. Pasalnya, kebutuhan pasokan darah berpotensi melonjak drastis pada periode tertentu, terutama saat musim hujan seiring meningkatnya kasus demam berdarah.
Selain memenuhi kebutuhan lokal, PMI Sidoarjo juga rutin menyuplai pasokan ke daerah lain yang membutuhkan. Oleh karena itu, partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat menjadi kunci utama keberlangsungan layanan kesehatan lintas wilayah tersebut.
