SURABAYA — Operasi pencarian terhadap RBS (32), pelaku penusukan di Jembatan Nginden, Surabaya, resmi berakhir. Pria asal Pematang Siantar, Sumatera Utara, itu ditemukan tewas setelah melompat ke Sungai Jagir untuk menghindari amuk massa pada Kamis (29/10/2026) malam.
Tim SAR Gabungan berhasil menemukan jenazah pelaku sejauh 800 meter dari lokasi awal pencarian pada Sabtu (31/10/2026) pagi.
“Pukul 05.32 WIB Tim SAR Gabungan berhasil menemukan dan mengevakuasi korban dalam keadaan MD pada titik 7°18’28″S 112°46’05″E sejauh 800 meter dari LKK,” tulis laporan resmi Command Center Surabaya.
Usai ditemukan, Tim Inafis Polrestabes Surabaya langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Jenazah pelaku kemudian dievakuasi menggunakan ambulans menuju kamar jenazah RS Bhayangkara.
Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Luthfie Sulistiawan, mengungkapkan bahwa insiden maut ini bermula dari cekcok antar-pengendara mobil. Peristiwa tersebut melibatkan rombongan pengendara Toyota Avanza dan Toyota Innova Zenix di kawasan Nginden.
“Karena dinilai membahayakan, pengendara Innova Zenix menegur pengendara Avanza. Namun, karena pengendara Avanza diduga dalam keadaan mabuk, mereka tidak terima dan terjadilah perpecahan,” ujar Luthfie pada Jumat (30/10/2026).
Situasi memanas ketika salah satu orang dari rombongan Avanza mengeluarkan pisau dan menyerang pengguna jalan hingga korban mengalami luka tusuk. Korban kini harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit akibat luka yang dideritanya.
Melihat aksi penusukan tersebut, warga sekitar yang geram langsung berniat menghakimi pelaku. Panik menghadapi amuk massa, RBS nekat melarikan diri dengan cara terjun bebas ke aliran Kali Jagir.
“Setelah menusuk korban dan diamuk massa, pelaku kemudian melarikan diri dengan cara terjun ke Kali Jagir,” jelas Luthfie.
Polisi menduga pelaku tidak memiliki kemampuan berenang di tengah kondisi arus sungai yang cukup deras. Terlebih lagi, kedalaman air di lokasi kejadian pada malam insiden tersebut diperkirakan mencapai delapan meter.
Pencarian intensif kemudian langsung digelar sejak Jumat (30/10/2026) dini hari melibatkan perahu karet BPBD Kota Surabaya, Basarnas, DPKP, serta kepolisian. Petugas sempat memperluas area penyisiran hingga radius satu kilometer sebelum akhirnya korban berhasil ditemukan.
Saat ini, Satreskrim Polrestabes Surabaya masih mendalami kasus tersebut dan telah memeriksa tiga orang saksi. Para saksi ini merupakan pihak yang diduga mengetahui secara langsung jalannya insiden berdarah di Jembatan Nginden.
