JAKARTA — Aparat gabungan kepolisian menggerebek kawasan Kampung Bahari, Jakarta Utara, Minggu pagi. Dalam operasi berskala besar ini, sebanyak 26 orang berhasil diamankan bersama barang bukti narkotika serta mesin pencetak ekstasi.
Penggerebekan tersebut melibatkan berbagai elemen penegak hukum secara terpadu. Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, Kombes Bismo Teguh Prakoso, menyatakan operasi ini melibatkan personel dari Badan Narkotika Nasional (BNN), Bareskrim Polri, hingga Satuan Brimob.
“Iya. Yang jelas kita melakukan penggerebekan dari berbagai sisi, ya. Ada dari berbagai arah, ya. Oleh karena itu kita lakukan serempak,” ujar Bismo di lokasi kejadian, Jakarta Utara.
Dalam operasi senyap tersebut, petugas menyisir sejumlah titik rawan. Hasilnya, aparat mendapati sejumlah barang bukti kejahatan berupa narkotika jenis sabu dan ganja, alat Isap atau bong, senjata tajam, hingga perlengkapan produksi barang haram.
“Kemudian ada mesin, mesin pencetak ekstasi, ya. Kemudian ada sajam dan bong, ya, peralatan-peralatan yang digunakan untuk penyalahgunaan narkoba. Dan kita akan terus kejar bandar-bandar tersebut,” ucap Bismo menegaskan komitmen lembaganya.
Kendati berjalan lancar, operasi sempat diwarnai sedikit hambatan di lapangan. Bismo mengungkapkan, kelompok pelaku sempat memberikan perlawanan fisik guna mengalihkan fokus perhatian aparat dari zona utama target operasi.
“Perlawanan itu sebagai wujud pengalihan perhatian dari zona yang menjadi target operasi kita, ya. Tapi kita tidak teralihkan terhadap fokus dari target operasi kita,” tutupnya.
Saat ini, seluruh pihak yang diamankan beserta barang bukti telah dibawa ke kantor kepolisian untuk pemeriksaan lebih lanjut guna membongkar jaringan peredaran narkotika yang lebih luas di wilayah tersebut.
